Diduga Karena Api Dupa, Bale Piasan Dilalap Si Jago Merah

Suasana warga lingkungan Banjar Tusan, Desa/kecamatan Blahabtuh, Gianyar yang membantu memadamkan api yang membakar balai piyasan milik salah satu warga, Kamis (22/10/2020).
Suasana warga lingkungan Banjar Tusan, Desa/kecamatan Blahabtuh, Gianyar yang membantu memadamkan api yang membakar balai piyasan milik salah satu warga, Kamis (22/10/2020).

 

GIANYAR, balipuspanews.com- Warga banjar Tusan, Blahbatuh, Gianyar, Kamis (22/10/2020) sore geger. Mereka dikejutkan kebakaran balai piyasan di Pura Keluarga milik Nyoman Rame salah satu warga setempat.

Informasi yang dikumpulkan di lokasi menyebutkan, peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 14.00 Wita itu diduga berawal dari api dupa yang jatuh dikasur piyasan.

Kepulan asap tebal telah terlihat sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Warga mengira asap tersebut berasal dari pembakaran sampah. Sebab Piyasan tersebut lokasinya agak kedalam hingga tidak terlihat dari jalan raya.

Namun ketika dicari sumbernya baru deketahui sijago merah telah mengamuk melalap sebuah balai Piyasan. Warga pun menjadi panik namun sejumlah warga berinisiatif mengambil air diselokan yang berisikan air cukup melimpah dengan alat seadannya.

Salah seorang keluarga yang pada waktu kejadian sendirian dirumah tersebut, Ni Nyoman Nerti,60, tidak bisa berbuat banyak, dan hanya meratapi piyasannya dilalap api.

“ Tiang berencana ambil air sendiri ke kamar mandi, belum sampai dikamar mandi api sudah besar,” ujarnya sambil berkaca-kaca.

Seorang saksi yang kebetulan lewat dilokasi menuturkan, dari kejauhan asap pekat telah terlihat. Begitu dicari sumbernya ternyata dari bangunan piasan tersebut.

“ Disana cuma ada seorang ibu-ibu saja telah menangis dikamar mandi mencoba mengambil air dengan alat seadanya, cuma baru ada saya dan dua warga lainya serta ibu itu, lalu saya telepon damkar,” tuturnya.

Dikatakanya tidak berselang lama warga pun berduyun membantu memadamkan api. Dengan mengambil air diselokan depan rumah tersebut yang dialiri air cukup melimpah.

Sembari menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran, “beruntung warga sigap dan cepat tanggap, meski balai piasan telah hangus, namun api tidak sampai merembet ke bangunan lainya yang berjarak sekitar beberapa centi,” jelasnya.

Sedangkan Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Gianyar, I Made Watha mengatakan bahwa Damkar Gianyar mengerakan 2 mobil pemadam kelokasi tersebut. Hingga beruntung api tersebut bisa dipadamkan.

“ Kami sudah kerahkan dua unit mobil pemadam,” ujarnya.

Sementara, Nyoman Rame, 60, pemilik rumah yang baru tiba dirumah setelah api padam mengatakan tidak bisa berbuat banyak. Ia mengatkan dirinya saat kejadian sedang berjualan loloh tibah. Mendengar adanya kejadian tersebut ia pun bergegas pulang untuk melihat kondisi rumahnya.

“ Kelilingnya sekitar 2,5 meter, saat kejadian yang ada cuma istri saja, terimakasih kepada warga yang telah membantu,” ungkap Rame.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Diperkirakan kerugian yang dialami mencapai 200 juta. Lantaran balai piyasan tersebut harus dibangun ulang hingga kedasar dan diupacarai.

PENULIS : Ketut Catur

EDITOR : Oka