Minggu, Juli 21, 2024
BerandaJembranaDiduga karena Sakit Menahun, Kakek Ditemukan Gantung Diri

Diduga karena Sakit Menahun, Kakek Ditemukan Gantung Diri

JEMBRANA, balipuspanews.com– Keinginan mengakhiri hidup dengan bunuh diri yang sering disampaikan oleh I GN KS,68, ternyata dibuktikan. Kamis(8/6/2023) siang warga Banjar Sekar Pancasari, Desa Mendoyo, Dauh Tukad, Kecamatan Mendoyo itu ditemukan tergantung di pohon jambu air yang tumbuh dibelakang rumahnya.

Kapolsek Mendoyo, Kompol I Putu Suarmadi menyampaikan kakek itu ditemukan tergantung oleh menantunya I Ketut Muniari, 42, sekitar pukul 13.30 Wita.

Sebelumnya saat Muniari menjahit pakaian diteras rumah, melihat korban sedang mengiris batang pohon pisang untuk pakan ternak babi. Saat itu korban sambil ngomel-ngomel mengatakan sudah tidak kuat hidup dan ingin mengakhiri hidupnya.

“Namun menantunya tidak menghiraukan omongan korban tersebut, mengingat hampir setiap saat bertemu dengan orang selalu mengatakan ingin bunuh diri,” ujarnya.

Lalu beberapa saat kemudian sekitar pukul 13.30 Wita, Muniari mendengar teriakan selamat tingggal dari korban dan mendengar suara seperti sesuatu yang jatuh (gedebug).

Muniari yand curiga kemudian mengecek kebelakang rumah dan mendapati bahwa korban sudah dalam keadaan tergantung dipohon jambu air dibelakang rumah.

BACA :  Selidiki Helikopter Jatuh, Tim Investigasi Turun ke Lokasi

“Korban gantung diri menggunakan dua helai selendang kain yang disambung dijadikan satu, selendang kain warna merah bermotif dan selendang kain warna biru motif cokelat,”ungkapnya.

Melihat mertuanya tergantung Muniari langsung memotong selengdang dibagian atas kepala korban sehingga korban terjatuh ketanah. Setelah korban jatuh ketanah Muniari langsung meminta bantuan kepada Ni Made Sirki, 58, dan Ni Ketut Darmi, 45, untuk membantu mengangkat korban membawa ke rumah.

“Dari keterangan menantunya bahwa korban sering mengeluh sakit perut sampai bengkak, sakit kepala sejak bertahun-tahun,” jelaanya.

Dari pemeriksaan tim Inafis Polres Jembrana dan petugas medis, tidak ditemukan belas kekerasan ditubuh korban dan ada bekasa jeratan di leher korban.

“Atas peristiwa tersebut dari pihak keluarga korban menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dan sudah menerima dengan ikhlas atas meninggalnya korban karena gantung diri,”terangnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular