Sabtu, Juli 20, 2024
BerandaBulelengDiduga Masalah Ekonomi, Lansia di Desa Penuktukan Ditemukan Gantung Diri

Diduga Masalah Ekonomi, Lansia di Desa Penuktukan Ditemukan Gantung Diri

BULELENG, balipuspanews.com – Diduga karena masalah ekonomi pria berusia 67 tahun berinisial NS asal Banjar Dinas Kanginan, Desa Penuktukan, Kecamatan Tejakula, Buleleng memilih mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di gubuk miliknya, pada Minggu (5/12/2021) sekitar pukul 09.30 WITA.

Peristiwa tersebut pertama kali diketahui istri korban NB yang sebelumnya hanya mengetahui korban berpamitan meninggalkan rumah sejak pukul 08.00 WITA untuk ke kebun.

Kemudian berselang satu jam NB menyusul korban ke kebun, setibanya dilokasi NB tidak melihat korban. Lalu sekitar pukul 10.30 WITA datang MS datang dan menanyakan keberadaan korban untuk meminjam Jebag tapi karena korban tidak diketahui keberadaannya maka MS meminta NB untuk mengambilkan alat yang ingin dipinjam.

Setelah membuka pintu gubuknya betapa terkejutnya dirinya ternyata suaminya sudah dalam keadaan tergantung di balok kayu dengan menggunakan tali Nillon warna biru sepanjang1,50 meter dan kaki korban menjuntai di lantai serta jarak tali dengan tanah 2 meter.

“Korban ditemukan istrinya sendiri saat ingin mengambilkan barang yang ingin dipinjam, dugaan sementara korban nekat gantung diri karena faktor ekonomi,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng IPTU Gede Sumarjaya saat dikonfirmasi, Minggu (5/12/2021) petang.

BACA :  Diduga Depresi, Seorang Kakek Ditemukan Gantung Diri

Usai didapati korban telah gantung diri, peristiwa tersebut dilaporkan ke Mapolsek Tejakula. Menerima laporan itu pihak kepolisian langsung menuju TKP bersama Tim Medis Puskesmas Tejakula I untuk dilakukan pemeriksaan terhadap jenazah korban.

“Sudah diperiksa, korban murni gantung diri, tidak ada tanda-tanda kekerasan ditemukan. Korban diperkirakan telah meninggal dunia empat jam sebelum ditemukan,” tandasnya.

Akibat peristiwa tersebut keluarga korban telah mengikhlaskan kepergian korban dengan cara gantung diri dan untuk jenazah korban pihak keluarga memilih tidak akan melakukan visum.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular