Diduga Palsukan Suket PCR, Tiga Penumpang Pesawat Diringkus Polresta Denpasar

Press conference Polresta Denpasar
Press conference Polresta Denpasar

DENPASAR, balipuspanews.com – Diduga memalsukan surat keterangan (suket) Antigen menjadi RT-PCR, tiga penumpang pesawat masing-masing berinisial LL,24, CA,26, dan MF,25, gagal berangkat menuju Jakarta.

Menurut Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan, kasus ini terungkap setelah pihaknya menerima informasi bahwa telah terjadi pemalsuan suket PCR di counter KKP (Karantina Kesehatan Pelabuhan) Bandara Ngurah Rai.

“Modus operandi para pelaku ini mengedit surat antigen jadi RT-PCR dan menscanner barcode yang tertera pada hasil PCR,” ujar Kombes Jansen saat jumpa pers di mapolresta Denpasar, pada Senin (1/11/2021).

Diterangkannya, dalam dua kasus ini ketiga pelaku tidak saling kenal. Dimana pelaku LL sendirian akan berpergian ke Jakarta dengan pesawat City Link dan telah membeli tiket seharga Rp 1.022.369. Ia membeli tiket pesawat melalui aplikasi traveloka untuk jadwal penerbangan pada Minggu (31/10/2021) sekitar pukul 09.10 WITA.

Sebelum ke bandara, perempuan asal Ciamis, Jawa Barat ini telah melakukan tes Antigen di RS Siloam. Namun seiring tes dilakukan, pelaku baru mengetahui ada informasi untuk penerbangan Jawa-Bali wajib menggunakan test PCR.
Sehingga timbul niat pelaku untuk memphoto suket Antigen dengan hp miliknya dan kemudian mengedit suket Antigen tersebut menjadi RT-PCR.

“Setelah mengedit, pelaku meminta tolong kepada petugas hotel untuk mengeprint suket palsu tersebut untuk dibawa sebagai syarat dokumen penerbangan ke Jakarta,” ungkap Kombes Jansen didampingi I Made Rentin Kepala BPBD Bali juga Kasatgas Covid-19 dan I Wayan Suberatha selaku Koordinator Substansi Pengendalian Karantina dan Surveilans Epidemiologi Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Denpasar.

Setibanya di counter KKP, pelaku LL menunjukkan dokumen hasil test PCR hasil editan tersebut. Setelah di cek ternyata suket PCR palsu. Kepalsuan ini terlihat karena petugas pemeriksa tidak melihat adanya barcode pada dokumen tersebut.

“Setelah di cek di aplikasi PeduliLindungi diketahui tidak ada hasil pemeriksaan lab PCR hanya data vaksin saja,” beber perwira melati tiga dipundak itu.

Guna memastikannya, pihak KKP menghubungi RS Siloam Hospital dan diketahui bahwa pelaku hanya melakukan test Antigen bukan tes PCR. Atas kejadian ini, pelaku L kemudian ditangkap satgas Covid-19 Bandara Ngurah Rai.

“Pelaku mengakui perbuatanya mengedit suket Antigen menjadi RT PCR,” tegasnya.

Sebelumnya, kata mantan Wadireskrimsus Polda Papua Barat ini kasus pemalsuan ini juga dilakukan dua penumpang pesawat, CA dan MF. Keduanya akan berangkat ke Jakarta, pada Jumat (29/10/2021), melalui areal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai.

Namun keduanya memalsukan suket PCR agar bisa lolos dari penerbangan. Setelah dicek oleh petugas KKP, suket PCR itu tidak sesuai dengan identitas kedua pelaku.

“Kedua pelaku memalsukan hasil PCR yang akan berangkat menuju Jakarta dengan cara menscanner barcode yang tertera pada hasil PCR sehingga hasil yang didapat berbeda dan identitas tidak sesuai,” terang Kombes Jansen.

Atas temuan tersebut, diamankan barang bukti berupa 2 lembar suket PCR dan 2 HP milik pelaku. Ketiga pemalsuan suket itu dijerat Pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP atau Pasal 268 ayat 2 KUHP ancaman penjara paling lama 6-12 tahun.

Penulis : Kontributor Denpasar

Editor : Oka Suryawan

Redaksi | Pasang Iklan | Pedoman Media Siber | Kode Etik Jurnalistik | Privacy Policy | Copyright | About Us
Member of
Exit mobile version