Kamis, Oktober 29, 2020
Beranda Bali Denpasar Diduga Pengedar Kokain Asal Rusia "Diseret" ke Pengadilan

Diduga Pengedar Kokain Asal Rusia “Diseret” ke Pengadilan

Denpasar, balipuspanews.com – Diduga jadi pengedar narkoba di Bali, seroang warga negara Rusia diadili di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (29/8).

Terdakwa bernama +Rybnikov Vladimir Aleksandrovich diadili dalam perkara dugaan kepemilikan narkotik jenis Kokaina dengan berat 4,32 gram.

Sidang terhadap pria kelahiran 24 Juni 1976 di Leningrad, Rusia (USSR), 40 tahun silam ini baru memasuki agenda mendengar surat dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Baca Juga: Perkosa Anak Angkat Hanya Dituntut 7 Tahun

Dalam sidang dengan majelis hakim yang diketuai Novita Riama tersebut, JPU Putu Gede Juliarsana menjerat terdakwa Aleksandrovich dengan dakwaan alternatif.

Pada dakwaan pertama, dituding telah secara tanpa hak atau melawan hukum, memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika golongan 1 bukan tananam.

“Perbauatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam dalam pasal 112 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” kata JPU.

Sementara dalam dakwaan kedua, Jaksa dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Badung ini memasang Pasal 115 ayat 1 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Pasal ini mengatur tentang setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum membawa, mengirim, mengangkut atau mentransito Narkotika golongan I bukan tanaman.

Jika terbukti melanggar salah satu Pasal dari dakwaan alternatif tersebut, terdakwa Aleksandrovich akan mendekam di penjara paling lama 12 tahun dan denda paling banyak 8 milliar rupiah.

JPU Juliarsana membeberkan, dari tangan terdakwa Aleksandrovich diamankan 3 plastik klip kecil kokain yang masing-masing berisikan serbuk putih berupa kokain.

Saat pengembanga di tempatnya menginap Apartement Balo View, Kamar 214, Jalan Nakula Legian, Kuta, Badung, 24 Mei lalu. Kembali ditemukan 2 paket kokain.

“Terdakwa mendapat barang tersebut dengan cara membeli dari seseorang laki-laki pada tanggal 20 April 2018 di F Bar dengan harga perpaket tiga juta rupiah sehingga 5 paket kokain tersebut terdakwa beli dengan harga lima belas juta rupiah,” kata JPU.

Menanggapi isi dakwaan tersebut, terdakwa Aleksandrovich yang didampingi penasehat hukumnya, Febrianto Tarihoran tidak keberatan. (pl/bpn/tim)

- Advertisement -

Mobil Terguling di Renon, Tidak Ada Korban Jiwa

DENPASAR, balipuspanews.com-Mobil Honda HRV terguling di Jalan Cok Agung Tresna Renon, Denpasar, pada Senin (26/10/2020) sore. Meski demikian tidak ada korban jiwa dalam peristiwa...

Usut Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke Separatis Papua

JAKARTA, balipuspanews.com - Praktik jual beli senjata ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang melibatkan oknum anggota Brimob harus diselidiki secara tuntas...
Member of