Diduga Perkosa Perempuan Filipina, Pensiunan Militer AS Diamankan Polres Badung

Polres Badung berhasil menangkap dua pelakunya yakni JR, 36, asal California, Amerika Serikat dan seorang wanita asal Filipina bernama MC,25
Polres Badung berhasil menangkap dua pelakunya yakni JR, 36, asal California, Amerika Serikat dan seorang wanita asal Filipina bernama MC,25

BADUNG, balipuspanews.com
Peristiwa tindak pidana perkosaan menimpa seorang turis perempuan asal Filipina, berinisial BJCB,31. Ia menjadi korban perkosaan di salah satu villa di Canggu Kuta Utara Badung, pada Senin 21 November 2022 sekira pukul 02.00 Wita.

Polres Badung berhasil menangkap dua pelakunya yakni JR, 36, asal California, Amerika Serikat dan seorang wanita asal Filipina bernama MC,25. Keduanya ditangkap di tempatnya menginap di salah satu villa di Desa Canggu, Kuta Utara, Badung.

Terungkap, tersangka MC yang merupakan teman korban ikut membantu perkosaan tersebut.

Menurut Kapolres Badung AKBP Leo Dedy Defretes, antara korban dan tersangka MC saling kenal. Bahkan, sebelum peristiwa perkosaan terjadi korban yang menginap di Seminyak, Kuta Utara, Badung itu sempat berjalan-jalan dan makan malam bersama para tersangka dan selanjutnya diajak ke TKP.

“Korban itu temannya pelaku yang perempuan, mereka saling kenal dan hang out bersama, tapi temannya malah bekerja sama untuk merencanakan kejahatan terhadap korban,” ungkap AKBP Dedy, pada Senin (5/12/2022).

Diceritakanya, kasus perkosaan terjadi pada Minggu 20 November 2022 sekira pukul 02.00 wita. Pada saat itu korban hendak meminjam kamar mandi. Namun tiba-tiba tersangka MC memegangi korban agar tak bisa berontak.

Sementara tersangka JR yang mantan pensiunan militer itu merudapaksa korban. Perbuatan tak senonoh itu tak kuasa dihentikan, hingga pria tubuh pria jangkung itu selesai memperkosanya.

Akibat tindakan keji tersebut, korban mengalami trauma. Tidak terima di rudapaksa korban asal Filipina itu melaporkan dua tersangka ke Polres Badung.

Setelah ditangkap kedua tersangka dijerat Pasal 285 KUHP tentang pemerkosaan atau Pasal 4 ayat (2) huruf d Jo Pasal 6 huruf a UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang tindak pidana kekerasan, dengan hukuman penjara paling lama 12 tahun.

Kapolres Dedy mengatakan pihaknya belum menemukan motif perkosaan tersebut, termasuk keterangan tersangka MC yang tega membantu perkosaan temannya sendiri itu.

“Untuk motif masih didalami. Kami masih menunggu kondisi korban yang masih trauma baru kemudian memeriksanya,” bebernya.

Penulis: Kontributor Denpasar
Editor: Oka Suryawan