Diduga Punya Penyakit Amnesia Tak Kunjung Sembuh, Seorang Warga Ditemukan Gantung Diri

Ilustrasi korban gantung diri di Desa Selat, Kecamatan Suksada, Buleleng, Senin (14/9/2020) (sumber : pikiran-rakyat.com)
Ilustrasi korban gantung diri di Desa Selat, Kecamatan Suksada, Buleleng, Senin (14/9/2020) (sumber : pikiran-rakyat.com)

BULELENG, balipuspanews.com – Warga Banjar Dinas Bululada, Desa Selat, Kecamatan Suksada, digegerkan dengan penemuan seorang pria sedang tergantung di sebuah pohon coklat, pria tersebut tidak lain merupakan warga disana bernama Ketut Artana (50).

Pria tersebut ditemukan tewas gantung diri di kebun coklat, pada Senin (14/9/2020) pagi diduga kuat dirinya nekat mengakhiri hidupnya lantaran memiliki penyakit lupa ingatan (amnesia) yang tak kunjung sembuh.

Kapolsek Sukasada, Kompol I Nyoman Landung saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa gantung diri tersebut. Bahkan berdasarkan keterangan kakak korban, Ketut Mustra (71), korban memiliki riwayat penyakit lupa ingatan (amnesia) yang tak kunjung sembuh meskipun sudah dilakukan upaya pengobatan di dokter syaraf.

“Kemungkinan korban nekat mengakhiri hidupnya disebabkan depresi akibat penyakit amnesia yang diderita,” sebutnya.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun diketahui peristiwa ini terjadi, pada Senin pagi sekitar pukul 07.00 Wita. Saat itu tetangga korban, Made Wiradnyana (36), yang tengah melintas di kebun coklat di Banjar Dinas Bululada, Desa Selat, Kecamatan Suksada menuju ke ladang miliknya tiba-tiba melihat sesosok mayat yang tergantung di ranting pohon coklat setinggi sekitar dua meter.

Saksi yang terkejut kemudian menghampiri dan diketahui identitas mayat tersebut adalah Ketut Artana yang sehari-hari bekerja sebagai petani ini ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa.

Saat ditemukan korban memakai kaos warna merah dan celana training warna biru dengan kondisi menggantung di ranting pohon dengan kain selendang warna hitam dengan panjang sekitar 90 cm.

Sambil meminta tolong warga sekitar saksi kemudian menurunkan korban lalu langsung dilarikan ke Puskesmas I Sukasada. Hasil pemeriksaan luar jenazah yang dilakukan pada tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dan terdapat memar bekas jeratan di sekeliling leher.

Sambung Kompol Landung menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dalam tubuh korban. Sehingga disimpulkan korban murni meninggal karena gantung diri.

“Jenazah dibawa keluarga untuk dilakukan upacara. Keluarga korban menolak untuk diotopsi serta tidak menuntut proses hukum. Bahkan pihak keluarga korban sudah mengikhlaskan dan menerima kejadian ini sebagai musibah,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan