Rabu, Februari 28, 2024
BerandaJembranaDiduga Sakit Kambuh, Petani Meninggal di Jalan

Diduga Sakit Kambuh, Petani Meninggal di Jalan

JEMBRANA, balipuspanews.com– I Ketut Wiratna,49, kaget melihat ada orang tergeletak di jalan yang dilaluinya untuk pergi ke kebun. Orang yang tergelelak itu ternyata mayat seorang petani warga Banjar Lebih, Desa Asahduren, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana.

Sekitar pukul 09.45 WITA, Wiratna yang berasal dari Banjar Bunut Bolong, Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana berangkat ke kebun miliknya yang berlokasi di Banjar Lebih, Desa Asahduren.

Namun sebelum sampai dikebun Wiratna terkejut melihat ada seseorang dalam posisi tertelungkup di tepi jalan rabat beton tepatnya di Gang Mangga, Banjar Lebih.

Melihat ada orang tergeletak di jalan Wiratna tidak berani melakukan tindakan terhadap orang itu. Dia kemudian memutuskan untuk memberitahu Kelian Banjar Lebih, Desa Asahduren, I Made Andi Wirawan yang memiliki wilayah tersebut.

Setelah Wirawan datang di lokasi baru diketahui bahwa seseorang yang tertelungkup merupakan warga Banjar Lebih Desa Asahduren yang berinisial IWS,56, yang sehari-hari sebagai petani.

Kejadian itu kemudian dilaporlan ke polisi. Setelah dilakukan koordinasi dengan petugas medis Puskesmas Pekutatan dinyatakan Sudana telah meninggal dunia.

BACA :  WBP Rutan Negara Potong Tiga Ekor Babi

Kemudian mayat Sudana dibawa ke Puskesmas Pekutatan guna dilakukan pemeriksaan luar.

“Dari pemeriksaan medis tidak ada kelainan pada bagian kepala. Ada luka lecet pada kelopak mata sebelah kiri dan tidak ada bekas atau tanda tanda kekerasan pada tubuh korban,” ungkap Kapolsek Pekutatan, Kompol I Wayan Suastika.

Dari keterangan keluarga kata Kapolsek, dimana korban memiliki riwayat sesak dan tensi. Selanjutnya keluarga menyatakan menerima kematian korban sebagai musibah dan monolak untuk dilakukan otopsi.

“Korban meninggal diduga karena sakitnya kambuh,”ujarnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular