Diduga Sebagai Pemakai Sabu, Tiga Oknum Pegawai RSUD Buleleng Direhabilitasi

Ilustrasi pengguna narkotika
Ilustrasi pengguna narkotika

BULELENG, balipuspanews.com – Diduga sebagai pemakai narkoba jenis sabu, tiga pegawai RSUD Buleleng direhabilitasi oleh Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Buleleng.

Ketiga oknum pegawai tesebut masing-masing berinisial PS,47,berstatus sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), MB, 28, dan PW,30, berstatus pegawai kontrak.

Kronologis terungkapnya ketiga pegawai tersebut bermula saat BNNK melakukan tes urine secara mendadak yang menyasar RSUD Buleleng, Senin (11/10/21) pagi. Sebelum melakukan tes urine, BNNK telah mengantongi atau memetakan sejumlah nama yang diduga pernah menggunakan narkotika.

Namun sepertinya rencana test urine tersebut bocor sehingga banyak pegawai yang tidak hadir, termasuk oknum pegawai yang dicurigai sebagai pemakai.

Tak mau kecolongan, pihak BNNK kemudian berkoordinasi dengan pihak Direktur RSUD untuk memanggil oknum PNS itu. Alhasil setelah melakukan koordinasi oknum itu hadir di kantor BNNK untuk menjalani tes serta hasilnya dinyatakan positif.

Baca Juga :  Tekan Angka Kematian, KKN-PM Unud Beri Penyuluhan Balawisata Desa Les

Berbekal hal itu kemudian pihak BNNK melakukan pendalaman untuk mendapatkan informasi lebih lanjut akhirnya diputuskan untuk menggeledah tempat tinggal korban dan berhasil mendapatkan dua nama baru yang diakui telah diajak menggunakan sejak sebulan lalu.

“Usai dinyatakan positif kami lakukan upaya paksa untuk penggeledahan sehingga didapat dua nama yang tidak lain rekan kerjanya,” ungkap Kepala BNNK Buleleng, AKBP Putu Astawa ditemui, Rabu (13/10/2021) Siang.

Kemudian usai diamankan kini oknum PNS tersebut telah dikirim ke tempat rehabilitasi yang ada di Kabupaten Bangli untuk menjalani rawat inap sedangkan dua pegawai kontrak tersebut diminta agar terus didampingi oleh pihak RSUD agar tidak mengulangi hal yang sama.

Baca Juga :  Staf BUMD, Pegawai ASN dan Non ASN Siap Beradu di Turnamen Futsal Bupati Cup

Informasi tambahan lainnya Oknum PNS tersebut ternyata pada tahun 2019 pernah dinyatakan positif menggunakan Narkotika sehingga sempat menjalani rehabilitasi atau rawat jalan di RSUD Buleleng. Dari seluruh pegawai yang berhasil diamankan seluruhnya sudah berstatus berkeluarga.

“Jadi oknum PNS ini merupakan leading sektornya, dia yang mengajak dan dia juga yang menyediakan untuk kedua orang itu,” imbuhnya.

Disisi lain Direktur Utama RSUD Kabupaten Buleleng, dr. Putu Arya Nugraha yang mengetahui bahwa hasil dari BNNK Buleleng terhadap tiga pegawainya yang dinyatakan sebagai pengguna maka Ia sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan dan dirinya berharap nantinya apa yang menjadi program BNNK ini agar terus dilanjutkan untuk kebaikan bersama serta bisa terbebas dari penyalahgunaan narkotika.

“Kita sangat apresiasi program ini, sebab tujuan utamanya kan menolong mereka coba kalau tidak ketahuan nantinya mereka akan terus dalam-dalam problem ketergantungan dengan obat-obatan tentu itu akan merusak semua kehidupan mereka,” ujarnya saat dikonfirmasi, Kamis (14/10/2021) pagi

Baca Juga :  Ketua MPR RI: Sidang Tahunan MPR RI Esok Hari Digelar Berdasarkan Hasil Konvensi Ketatanegaraan

Tak hanya itu, disinggung terkait status atau penanganan terhadap ketiga pegawainya tersebut, dan kebetulan salah satunya merupakan PNS maka Ia akan melakukan koordinasi dengan BKPSDM Kabupaten Buleleng untuk tindak lanjut berikutnya. Sementara terhadap dua orang yang masih berstatus pegawai kontrak akan dilakukan pembinaan dan masih berstatus pegawai.

“Kami akan koordinasikan dengan Stakeholder terkait untuk PNS ini, namun dua orang pegawai kontrak akan kita bina karena hasilnya sudah negatif agar tidak lagi melakukan aktivitas ini,” tandasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan