Napi kabur Gede Ngurah Darma Yasa alias Ngurah.

SINGARAJA, balipuspanews.com — Sudah 1,5 bulan lamanya Narapidana (Napi) bernama Gede Ngurah Darma Yasa alias Ngurah (45), kabur dari Lapas Kelas IIB Singaraja. Meski sudah dilakukan pencarian, hasilnya masih nihil. Kuat dugaan, Ngurah sembunyi di dalam hutan di wilayah Buleleng.

Kepala Lapas Kelas IIB Singaraja, Risman Soemantri saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Selasa (10/12) siang menjelaskan proses pencarian terus dilakukan. Pihaknya juga sudah meminta bantuan kepada jajaran kepolisian Polres Buleleng.

“Memang kelihatannya pelaku masih bersembunyi di dalam hutan. Sampai sekarang belum ketemu. Termasuk kami juga terus memantau di rumahnya,” ujar Kalapas Risman, Selasa (10/12).

 

Kalapas Risman tak menampik jika tenaga dari Lapas Kelas IIB yang diterjunkan untuk proses pencarian sangat terbatas. Tak pelak, pihaknya tak bisa memfokuskan pencarian dengan menerjunkan seluruh personelnya.

“Tenaga kita terbatas. Kalau difokuskan semua diterjunkan ya tidak bisa. Karena di Lapas juga perlu pengamanan. artinya proses pencarian tetap kami lakukan,” imbuhnya.

Lalu apakah ada sanksi bagi pegawai Lapas yang teledor hingga mengakibatkan kaburnya Ngurah?

 

Kalapas Risman menyebut jika hal tersebut bukanlah sesuatu yang disengaja oleh sipir yang sedang bertugas saat pelaku kabur. Kendati demikian, pihaknya masih mempertimbangkan untuk menjatuhkan sanksi bagi sipir.

“Kami masih pertimbangkan (memberikan sanksi) atas kasus kaburnya napi ini. Karena semua syarat saat proses penjagaan sudah dilakukan oleh Sipir. Kalau kami lihat itu kan bukan dilakukan secara sengaja,” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya Napi bernama Gede Ngurah Darmayasa alias Ngurah, 46 berhasil kabur dari Lapas Kelas II Singaraja pada Kamis (24/10) sekira pukul 15.00 Wita. Ngurah yang merupakan tahanan kasus pencurian ini kabur setelah pamit ke toilet saat mencetak batako di areal Lapas yang merupakan salah satu program pemberdayaan warga binaan.

Ngurah tercatat sebagai residivis. Ia terakhir kali diamankan Polres Seririt pada tanggal 27 Januari lalu. Ngurah diamakan bersma adua orang temannya karena terbukti mencuri mesin popma air dan cengkih milik warga. Aksi kriminalitas terakhirnya juga terungkap saat menggondol cengkih tetangganya sendiri yang juga beralamat di Desa Unggahan, Kecamatan Seririt.

Beberapa hari setelah berhasil kabur, teka-teki penyebab kaburnya pria asal Banjar Dinas Lebah Sari, Desa Unggahan, Kecamatan Seririt terungkap. Pelaku diduga nekat kabur lantraan sakit hati dimarahi oleh salah satu petugas lapas.