Sabtu, Februari 24, 2024
BerandaJembranaDiduga Sesaknya Kambuh, Sopir Truk Ditemukan Meninggal

Diduga Sesaknya Kambuh, Sopir Truk Ditemukan Meninggal

JEMBRANA, balipuspanews.com-Warga sekitar warung makan Sekarwangi, Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana dibuat heboh dengan penemuan seorang sopir yang meninggal di dalam truknya.

Kejadian itu dilihat Ana Lestari,32, ketika hendak pergi ke pasar. Ia mencium bau busuk dari truk yang parkir didepan warung makan Sekarwangi. Setelah diperiksa bau busuk itu betasal dari mayat sopir yang meninggal didalam truk yang dikemudikanya.

Kadat Reskrim Polres Jembrana AKP M Reza Pranata, Minggu (2/1/2022) menyampaikan, pada Kamis (30/12/2021) sekitar pukul 04.30 subuh ibu rumah tangga asal Desa Kumendung, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jatim itu, melihat truk Mitsubishi L 9996 UT warna orange parkir di tempat parkir warung makan Sekarwangi yang berlokasi di Banjar Anyar Kelod, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo.

Setelah itu Ana Lestari tidak memperhatikanya. Kemudian Minggu (2/1/2022) sekitar pukul 06.00 Ana bermaksud pergi ke pasar. Namun saat melintas didepan warung, Ana kaget karena mencium bau busuk dari dalam kendaraan truk L 9996 UT warna orange yang terparkir diareal parkir warung makan Sekarwangi.

BACA :  Mantan Pesepakbola Brasil dan Barcelona Dani Alves Dihukum 4,5 Tahun Penjara Kasus Rudapaksa

Ana kemudian memberitahu Dimas Novan Jayadiningrat,21, salah satu karyawan warung makan.

“Saat dicek dari pintu truk, dilihat sopir yang ada diruang kemudi sudah meninggal,” ungkapnya.

Ana kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Hajah Lilik, pemilik warung makan Sekarwangi yang kemudian dilaporkan kepada kelihan dinas Banjar setempat dan diteruskan ke Bhabinkamtibmas dan melaporkan ke Polsek Mendoyo.

Dari pemeriksaan yang dilakukan Unit Inafis Polres Jembrana ditemukan identitas KTP dan SIM milik sopir truk itu yang diketahui bernama Edi Gatot, 51, alamat Desa Keputih, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya, Jatim.

Juga ditemukan satu pepel obat merk Prednisine dan 4 butir obat luvisma. Dari hasil pemeriksaan medis tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Dari Jenis obat-obatan (prednisone dan luvisma) yang ditemukan diperkirakan korban mengalami sesak nafas dan meninggal sekitar 2 atau 3 hari,”jelasnya.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

 

RELATED ARTICLES

ADS

spot_img

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular