Kepolisian sedang menunjukkan tempat gantung diri.
Kepolisian sedang menunjukkan tempat gantung diri.
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com- Kematian tidak wajar dilakukan seorang ibu rumah tangga (IRT), NI Nyoman Sariani (58) tinggal di Jalan Singasari Gang Paksi Nomor 7 Banjar Tagtag Kelod, Peguyangan, Denpasar Utara, Rabu (11/9) pukul 11.00 Wita. Diduga stress karena penyakit vertigo tidak kunjung sembuh, ia nekat gantung diri di gudang penyimpanan sarana upacara dengan menggunakan kain kebaya.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Denpasar Barat, Iptu Aji Yoga Sekar, kematian korban pertama kali diketahui menantunya, Nyoman Ardani (44). Saksi awalnya curiga mendapati pintu gudang tempat penyimpanan sarana upacara dalam keadaan terbuka.

Saksi kemudian masuk dan kahet melihat mertuanya tewas gantung diri dengan menggunakan kain jenis kebaya warna putih disambung dengan kain warna hijau dan coklat motif batik. Penemuan itu membuat saksi Ardani memanggil suaminya, Wayan Pariasa (42) dan jenazah korban langsung ditunrukan dari tiang gantungan.

“Pihak keluarga menemukan korban sudah gantung diri dan diturunkan,” ujarnya, Rabu (11/9/2019).

Iptu Yoga menjelaskan, posisi korban saat ditemukan menghadap ke barat. Kedua tangan terjuntai dan lidah menjulur. Korban menggunakan baju kaos motif garis-garis warna hitam putih, celana panjang warna merah motif bunga, pergelangan tangan kiri terdapat benang tridatu.

“Dalam kejadian itu, korban menggunakan dua jenis kain berbeda yang disambung. Kain jenis kebayanya diikat pada kayu usuk plafon gudang. Sementara kain motif batiknya diikat pada leher korban,” bebernya.

Dijelaskannya, pihak keluarga tidak melaporkan kejadian dan memilih semayamkan jenazah di rumah duka. Sedangkan dari hasil pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

“Dugaan korban bunuh diri karena penyakit Vertigo akut yang dideritanya kurang lebih sudah 4 tahun. Pihak keluarga menerima kejadian tersebut dengan ikhlas, tandasnya. (pl/bpn/tim)