Sabtu, Juli 13, 2024
BerandaBulelengDiduga Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Oknum Perbekel di Buleleng Diamankan

Diduga Terlibat Penyalahgunaan Narkoba, Oknum Perbekel di Buleleng Diamankan

BULELENG, balipuspanews.com – Polres Buleleng baru-baru ini mengamankan oknum salah satu Perbekel asal Kecamatan Seririt yang diduga sedang bertransaksi narkoba di pinggir jalan. Penangkapan itu berlangsung Kamis (6/6/2024).

Kasi Humas Polres Buleleng AKP Gede Darma Diatmika menerangkan, oknum perbekel ini ditangkap oleh Satresnarkoba. Namun demikian pihaknya masih belum menyebutkan secara terperinci identitas oknum Perbekel yang ditangkap tersebut.

“Benar terkait adanya penangkapan salah satu oknum kepala desa (Perbekel) di Buleleng. Penangkapan dilakukan kemarin (Kamis) sore dipinggir jalan, diduga sedang melakukan transaksi (narkoba),” ungkap dia saat dikonfirmasi Jumat (7/6/2024).

AKP Darma menerangkan jika oknum Perbekel ini masih diamankan di Mapolres Buleleng. Penyidik bahkan telah melakukan tes urine untuk memastikan apakah menggunakan atau tidak barang haram tersebut. Namun demikian kembali untuk hasilnya masih belum dibeberkan secara detail dengan dalih masih dalam proses penyelidikan.

“Masih dilakukan penyelidikan selama tiga hari untuk menentukan apakah ada indikasi memakai (narkoba) atau menyalahgunakan narkoba. Sudah (tes urine), hasilnya nanti. Jika selama tiga hari dalam penyelidikan tersebut yang bersangkutan terbukti, akan ditetapkan sebagai tersangka,” terangnya.

BACA :  Jadi Usul Inisiatif DPR, RUU Wantimpres Jadi Dewan Pertimbangan Agung

Disisi lain, Camat Seririt, I Gusti Putu Ngurah Mustika membenarkan jika salah seorang Perbekel ditangkap polisi karena diduga terlibat narkoba. Namun demikian pihaknya masih menunggu status hukum terhadap Perbekel tersebut dan untuk sementara sudah dilaporkan ke Penjabat (Pj) Bupati Buleleng. Sementara itu untuk sementara, tugas-tugas di desa telah diserahkan pada Sekretaris Desa dan perangkat desa.

“Kami menunggu statusnya (perbekel) dulu, karena sekarang masih tahap penyelidikan dan penyidikan selama 3×24 jam. Kalau sudah keluar apakah itu tersangka atau bagaimana baru diputuskan. Untuk segala tugas-tugas dilaksanakan oleh Sekdes dan perangkat desa lainnya. Kami juga sudah melapor ke Pj Bupati untuk petunjuk lebih lanjut,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan 

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular