14/08/2020, 10:02 AM
Beranda Bali Buleleng Dihantam Gelombang Besar, Minardi Tewas Setelah Antar Pemedek Sembahyang di Menjangan

Dihantam Gelombang Besar, Minardi Tewas Setelah Antar Pemedek Sembahyang di Menjangan

BULELENG, balipuspanews.com – Nasib malang tak bisa dihindari seorang warga bernama Minardi, 50 yang berasal dari Lingkungan Arum Timur, Kelurahan Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana.

Pasalnya korban yang hendak memperbaiki posisi sampan, malah dihantam ombak besar hingga korban beserta jukungnya harus terpelanting, Selasa (28/7/2020).

Kepala Pos SAR Buleleng, Dewa Putu Hendri Gunawan dikonfirmasi, Rabu (29/7/2020) mengatakan, kronologi kejadian berawal, dari Selasa (28/7/2020) pukul 16.00 wita korban membawa penumpang yang akan sembahyang ke pulau Menjangan.

Korban bersama rombongan berangkat dari Waterbi Gilimanuk bersama rombongan 18 orang dengan menggunakan 2 jukung, sekitar pukul 17.00 wita. Namun naas sampai di TKP, pemedek turun sudah turun untuk melakukan persembahyangan.

Akan tetapi korban dengan posisi hendak memperbaiki sampan, malang korban beserta sampannya di hantam ombak besar sehingga korban terpelanting bersama jukungnya.

“Benar kejadiannya disaat korban mengantarkan pemedek dari Pulau Menjangan. Dimana pemedek berjumlah 18 orang itu dibagi dua kapal salah satunya kapal korban,” tuturnya.

Lanjutnya korban yang menghantarkan pemedek saat itu seluruh pemedek berhasil diantar dengan selamat di Pulau Menjangan. Akan tetapi setelah para pemedek turun, korban kemudian berniat untuk memperbaiki posisi jukungnya.

Namun naas, saat hendak memperbaiki posisi jukungnya, ombak besar tiba tiba datang, dan menghantam jukung miliknya hingga terbalik. Kemudian korban dibantu rekannya, setelah ditolong korban tidak sadarkan diri dan akhirnya meninggal, korban diperkirakan mengalami benturan keras dengan body jukung.

“Mungkin korban tewas akibat terbentur body jukungnya dan dermaga, hingga akhirnya meninggal dunia. Jenazahnya sudah dievakuasi oleh Pol Air Pos Teluk Terima, pada Selasa malam, dan sudah berada di rumah duka,” paparnya.

Setelah dilakukan evakuasi terhadap koban, selanjutnya para pemedek yang sebelumnya menaiki perahu milik korban yang melakukan persembahyangan juga turut dievakuasi, akan tetapi proses dilakukan keesokan harinya disebabkan kondisi saat kejadian gelombang masih besar sehingga pemedek menolak untuk dievakuasi.

“Pemedeknya baru tadi pagi dilakukan evakuasi karena saat kejadian mau dilakukan evakuasi namun ditolak pemedeknya lantaran gelombang besar dan saat ini semuanya sudah diantar untuk pulang,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

Menghilang dari Rumah, Korban Ditemukan Meninggal di Aliran Sungai

GIANYAR, balipuspanews.com - Sempat hilang dari rumah, Ni Ketut Dani,49, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran sungai Subak Sudimara, Lingkungan Sema, Kelurahan Bitera,...

Status Tersangka, Ribuan Orang Tanda-tangan Petisi Bebaskan Jerinx SID yang Ditahan di Polda Bali

DENPASAR, balipuspanews.com - Penahanan pengebuk drum Superman Is Dead Gede Ari Astina alias Jetinx SID di Polda Bali menggoncangkan dunia maya. Ribuan orang menandatangi...