Nelayan Supandi (45), asal dusun Ketapang Muara, Pengambengan, Negara, yang sempat hanyut karena perahunya dihantam gelombang
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Negara, balipuspanews.com – Cuaca buruk yang terjadi di perairan Jembrana, mengakibatkan kecelakaan laut sehingga menyebabkan seorang nelayan hanyut.

Kejadian bermula ketika sebuah perahu fiber yang digunakan oleh seorang nelayan hanyut, karena mesinnya mati akibat dihantam gelombang tinggi, pada Kamis (11/1).

Nelayan yang mengalami nasib naas itu yakni Supandi (45), asal dusun Ketapang Muara, Pengambengan, Negara. Sekitar pukul 03.00 Wita, Supandi berangkat melaut. Supandi melaut mengunakan perahu fiber ijogading.

Saat sedang mencari ikan, tiba-tiba gelombang besar datang dan angin kencang. Perahu tersebut dihantam gelombang dan mesinnya mati sehingga tidak bisa dikendalikan.

Perahu itu kemudian hanyut mengikuti arus laut. Saat perahu itu hanyut, Nurhayati (38), istri Supandi sempat menghubungi melalui ponsel dan dijawab suaminya agar mencari pertolongan.

Mendengar penyampaian suaminya itu, Nurhayati lalu melapor ke pos Polair Pengambengan. Polair bersama tim SAR, lalu melakukan pencarian dan sekitar pukul 16.00 Supandi berhasil ditemukan.

“Saya menelpon suami karena telat pulang dari biasanya. Suami sayabmenyuruh mencari pertolongan karena perahunya sudah penuh dengan air laut dan terus dihantam angin,” ujar Nurhayati.

Sementara itu Supandi mengatakan, saat dihantam angin dan ombak, mesin perahunya sempat mati sehingga dan terpaksa mengapung mengikuti arus sambil berusaha menghidupkan mesin. “Mesin sempat bisa hidup, tapi kembali mati. Saya mengapung mengikuti arus sampai di perairan Desa Medewi, Pekutatan,” ujarnya.

Usaha Supandi menghidupkan mesin kembali berhasil lalu balik pulang. Di saat perjalanan pulang datang, rubber boat Basarnas yang langsung membantu serta mengawal sampai di Pengambengan. “Saat ombak menghantam, perahu saya miring dan kemasukan air laut, beruntung bisa saya kuras,” ujarnya.

Kasat Polair Polres Jembrana Iptu Eddy Waluyo mengatakan, untuk keselamatan melaut bersama Basarnas, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah sertab pihak syahbandar Pelabuhan Perikanan Nusantara Pengambengan, Supandi diminta selalub membawa alat keselamatan seperti baju pelampung. “Kalau tidak punya jaket pelampung silahkan koordinasi ke syahbandar,” ujarnya. (nom)

Tinggalkan Komentar...