Dihantam Ombak, Sopir Jukung Tewas

Jenazah sopir jukung.

NEGARA,balipuspanews.com- Gelombang besar di perairan pulau Menjangan yang terjadi pada Selasa (28/7) malan menelan korban jiwa.

Seorang sopir jukung warga Gilimanuk tewas setelah jukung yang dibawanya dihantam gelombang lalu menabrak karang.

Informasi yang dihimpun, sekitar pukul 18.00 datang rombongan pemedek (sembahyang) dengan menggunakan 5 umit mobil minibus di Teluk Gilimanuk atau waterbee.

Rombongan pemedek sebanyak 18 orang itu akan sembahyang ke Pura di pulau Menjangan, desa Teluk Terima, kecamatan Grokgak, Buleleng. Mereka lalu menyewa dua jukung yakni jukung Badras dengan sopir Minardi (43) alias Amin warga lingkungan Arum Kelurahan Gilimanuk yang memuat 8 orang pemdek.

Jukung kedua yakni jukung T Kalong dengan sopir Nuhung (56) warga lingkungan Asri, Gilimanuk memuat 10 orang pemedek.

Kedua jukung itu kemudian berangkat dari Waterbee menuju pulau Menjangan. Selama perjalanan melintasi selat Bali kawasan Segara Rupek, kedua jukung tidak memgakami masalah, namun saat sampao di Pulau Menjangan, sekitar pukul19.30 tiba-tiba gelombang tinggi datang dan memghantam kedua jukung itu.

Akibat hempasan gelombang, jukung Badras menghantam batu karang. 8 orang pemedek yang dimuat selamat, namun naas dialami Amin, sopir jukung itu tewas ditempat.

Peristiwa itu kemudian daporkan ke aparat setempat dan Pos Pol Airud Teluk Terima kemudian melakukan evakuasi terhadap korban dan pukul 24.00 jenasah Amin sudah sampai di Puskesmas Gilimanuk.

Dari pemeriksaan medis ridak ditemukan tanda – tanda kekerasan luka lecet yang diakibatkan oleh benturan dengan karangdi tubuh Amin. Setelah itu jenasah Amin dibawa kerumah duka.

Kapolsek Kawasan Laut Gilimanuk, Kompol I Gusti Nyoman Sudarsana ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa itu.

“TKP nya masuk wilayah Buleleng.,” ujarnya.

Penulis/Editor : Anom/Oka