30 C
Denpasar
06/05/2021, 6:26 PM
NasionalJakartaDikritik Legislator, Konsep PJP Merdeka Belajar Belum Tuntas Tapi Program Sudah Jalan

Dikritik Legislator, Konsep PJP Merdeka Belajar Belum Tuntas Tapi Program Sudah Jalan

balipuspanews google news

JAKARTA, balipuspanews.com – Hingga saat ini Peta Jalan Pendidikan (PJP) Nasional masih menuai kontroversi. Salah satu persoalan yang mendapat sorotan adalah program yang sudah dijalankan tidak diikuti landasan hukum berupa regulasi.

Persoalan tersebut mengemuka dalam diskusi Empat Pilar MPR dengan tema “Hardiknas dan Tantangan Merdeka Belajar di Tengah Pandemi” di Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (3/5/2021).

Anggota MPR/DPR dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB) Syaiful Huda mengungkapkan konsep PJP Merdeka Belajar belum tuntas, tetapi secara program sudah berjalan semuanya.

Termasuk ketika Kemendikbud memutuskan ujian Nasional diganti dengan assesmen Nasional. Nantinya, Asesmen Nasional terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.

“Itu belum ada landasan hukumnya, baru keluar kemarin yang PP 57 juga menuai kontroversi juga, yang sekarang dalam status revisi. Jadi belum ada. Ada kekosongan hukum. Karena tidak mewajibkan pelajaran Pancasila dan Bahasa Indonesia,” kata Syaiful Huda yang juga Ketua Komisi X DPR RI.

Oleh karena itu, di Komisi X DPR, sambung Syaiful PJP masih dianggap sebagai prakonsep. Karena sama sekali belum mencerminkan sebagai sebuah peta jalan.

“Jadi intinya peta jalan belum ada. Problem kita dari dulu, kita bernegara tapi regulasinya belum ada programnya sudah jalan. Ini tantangan besar kita, bikin pusing juga saya sama temen-temen di komisi X,” ungkap dia.

Setelah Panitia Kerja (Panja) PJP selesai dan menerbitkan rekomendasi, memberi tenggat waktu sampai 30 hari kepada Kemendikbud untuk menindaklajuti rekomendasi Panja.

“Ini sudah hari yang ke-22, tinggal 7 hari lagi. Saya denger lagi ngebut ini, ada banyak kritik yang cukup keras itu, termasuk yang terakhir dari pak Haidar Nasir (Ketua Umum PP Muhammadiyah) yang menyatakan Kemendikbud sudah menyalahi dan melawan pasal 31 undang-undang dasar kita, karena tidak mencantumkan pelajaran agama di dalam peta jalan pendidikan nasional,” kata Syaiful.

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat selaku pembicara lainnya mengatakan menyoroti rendahnya pembelajaran peserta didik sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Menurutnya, ada sejumlah penyebab rendahnya hasil pembelajaran peserta didik Indonesia, antara lain Pedagogi dan efektivitas pengajaran para guru Indonesia masih perlu diperbaiki.

“Guru sering bertindak sebagai penerus pengetahuan, bukan fasilitator pembelajaran. Banyak guru disinyalir tidak memfokuskan pengembangan karakter dan membangkitkan keinginan belajar,” ujarnya.

Selian itu, kurikulum yang berlaku di Indonesia sering dipandang kaku dan terfokus pada konten. Tidak banyak kesempatan tersedia untuk betul-betul memahami materi dan berefleksi terhadap pembelajaran.

“Isi kurikulum juga dianggap terlalu teoretis, sulit bagi guru untuk menerjemahkannya secara praktis dan operasional dalam materi pembelajaran dan aktivitas kelas,” imbuhnya.

Penyebab lainnya infrastruktur sekolah kurang memadai. Secara umum masih banyak ruang kelas di sekolah Indonesia berada dalam kondisi rusak, baik rusak ringan, sedang maupun berat.

Selain itu, tata kelola pendidikan Indonesia belum mendukung maksimalnya hasil pembelajaran peserta didik. Ada indikasi bahwa anggaran yang dialokasikan untuk pelatihan guru dan bantuan sekolah tidak menunjukkan korelasi yang berarti dengan peningkatan kualitas pembelajaran. Guru dan Kepala Sekolah tidak diberikan insentif nyata untuk meningkatkan hasil pembelajaran.

Pengamat Pendidikan, Indra Charismiadji menilai PTM itu tak semudah dibayangkan sehingga membutuhkan intervensi pemerintah dengan melakukan pendampingan.

“Dan, selama satu guru bisa mengajarkan banyak meteri pelajaran di sekolah, ya sulit bisa membuat anak-anak menjadi pintar. Termasuk belajar daring ini, yang tak butuh jam belajar,” ujarnya.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

- Advertisement -
- Advertisment -
Balipuspanews TV
Video thumbnail
Pedoman Perayaan Tahun Baru
00:54
Video thumbnail
Kebiasaan Baru yang Diterapkan Ketika ke Museum
01:03
Video thumbnail
Tips Solo Travelling di Masa Pandemi
01:17
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:42
Video thumbnail
#ingatpesanibu Selalu Menerapkan 3M
00:36
Video thumbnail
Tips Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:21
Video thumbnail
Tips Ketika Keluar Rumah di Masa Pandemi
01:11
Video thumbnail
Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Anak Bermain di Taman Bermain
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja di Mall
00:47
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:45
Video thumbnail
Nak Ubud Gelar Pasar Kaget, Sebagian Hasil Penjualan Didonasikan Bagi yang Terdampak Covid 19
03:03
Video thumbnail
Tips Aman ke Bank di Masa Pandemi
01:00
Video thumbnail
5 Waktu Penting Cuci Tangan Dengan Sabun
00:48
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Mengantri
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berwisata
00:54
Video thumbnail
Tips Menaiki Pesawat di Masa Pandemi
01:06
Video thumbnail
Hal-hal yang Mesti Diperhatikan Setelah Keluar Rumah
00:48
Video thumbnail
Gaya Hidup Sehat yang Bisa Diterapkan di Tengah Pandemi
01:03
Video thumbnail
Perlengkapan yang Wajib Dibawa Dalam Tas di Masa Pandemi
00:57
Video thumbnail
Protokol Kesehatan di Tempat Ibadah
00:57
Video thumbnail
Tips Berkendara di Masa Pandemi
01:12
Video thumbnail
3 Hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berkunjung ke Suatu Tempat
00:47
Video thumbnail
Langkah Mencegah Kluster Keluarga
01:03
Video thumbnail
Panduan Menggunakan ATM di Masa Pandemi
01:22
Video thumbnail
Tanda Daya Tahan Tubuh Melemah
00:52
Video thumbnail
6 Jenis Salam Pengganti Jabat Tangan yang Populer di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Lindungi Lansia dari Covid-19
00:44
Video thumbnail
Tips Aman Nyoblos di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Pergi Bekerja
00:56
Video thumbnail
Tips Menggunakan Kendaraan Umum di Masa Pandemi
01:05
Video thumbnail
Tips Aman Makan di Rumah Makan di Masa Pandemi
01:03
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Dihindari Saat Memakai Masker
00:50
Video thumbnail
Penggunaan Masker yang Benar
01:18
Video thumbnail
Tips Menjaga Imunitas Tubuh di Masa Pandemi
00:51
Video thumbnail
Hal-hal yang Harus Diperhatikan Ketika Berbelanja ke Supermarket
00:57
Video thumbnail
Tips Aman Berjualan di Masa Pandemi
00:45
Video thumbnail
Cara Mencuci Masker Kain Dengan Benar
02:25
Video thumbnail
Manfaat Menggunakan Masker Dengan Benar
00:45
Video thumbnail
Tips Aman Keluar Rumah di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Tips Aman Berbelanja di Pasar di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Harus Dilakukan Driver Taksi Online
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan yang Mesti Dipatuhi Driver Ojek Online di Masa Pandemi
00:56
Video thumbnail
Protokol Kesehatan Bagi Pekerja di Masa Pandemi
00:55
Video thumbnail
Tips Aman Menggunakan Taksi Online di Masa Pandemi Covid-19
00:54
Video thumbnail
Tips Aman Menaiki Ojek Online di Masa Pandemi
01:10
Video thumbnail
Tips Aman Liburan Bersama Keluarga di Masa Pandemi
01:27
Video thumbnail
7 Langkah Mencuci Tangan Benar
01:09
Video thumbnail
Etika Bersin yang Benar
00:50
Video thumbnail
Etika Batuk yang Benar
00:51
Video thumbnail
Tips Aman Menerima Paket di Masa Pandemi
00:49
Member of