Bunga lading jenis bunga bangkai ditemukan tumbuh subur di areal perkebunan jati, kawasan Banjar/Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng.

SINGARAJA, balipuspanews.com — Delapan bunga bangkai ditemukan warga tumbuh subur di areal perkebunan jati, kawasan Banjar/Desa Sambangan, Kecamatan Sukasada, Buleleng. Saat ini, keberadaan bunga tersebut ditata dan dipelihara oleh Kelompok Munduk Saab, dengan harapan bisa menjadi daya tarik wisatawan.

 

Ketut Hery Prisma Yuda (24) mengatakan, bunga yang akrab disebut bunga lading ini ditemukan sekitar seminggu yang lalu. Mulanya, Yuda tidak terlalu menghiraukan bunga tersebut, lantaran tidak mengetahui jika bunga berwarna merah kecoklatan itu merupakan salah satu jenis bunga bangkai.

 

“Lalu bunganya difoto oleh Pak Arta, kemudian diunggah di Facebook. Foto itu menuai banyak komentar, dan banyak yang menyebut jika bunga ini adalah bunga bangkai,” kata Yuda, Senin (6/12).

 

Mengetahui jika bunga lading itu merupakan salah satu jenis bunga bangkai, Yuda bersama sejumlah anggota Kelompok Munduk Saab pun mulai merawat bunga itu, seperti rutin disiram, serta buatkan pagar pelindung agar tidak dicuri atau dimakan hewan liar.

 

“Awalnya yang tumbuh ada delapan, sekarang yang tersisa tinggal tiga. Kami tidak tau hilangnya itu apakah diambil orang atau dimakan hewan. Makanya yang tersisa ini kami rawat dengan baik, agar bisa menjadi daya tarik wisatawan,” ungkapnya.

 

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Buleleng I Made Sumiarta mengatakan, bunga lading memang kerap tumbuh sekitar bulan Desember, dan bukan tergolong bunga yang langka.

 

“Bunga ini memang tumbuh setiap bulan Desember, sama seperti bunga kembang desember. Biasanya tumbuh di daerah pegunungan. Jadi bukan bunga aneh-aneh,” ujarnya.

 

Menurut Sumiarta, bagian umbi dari bunga lading ini sejatinya dapat dikonsumsi, sebagai pengganti karbohidrat. Umbinya bisa dikukus atau direbus.

 

“Sama seperti umbi-umbi yang lain. Bisa dimanfaatkan sebagai sumber pangan,” tutupnya.