Dilengkapi Prokes, Sekaa Teruna dan Trash Warrior Gelar Aksi Sosial di Desa Singapadu

Sekaa taruna dan trash warrior melakukan aksi sosial di areal Beji Merak banjar Abasan, Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar, Bali
Sekaa taruna dan trash warrior melakukan aksi sosial di areal Beji Merak banjar Abasan, Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar, Bali

GIANYAR, balipuspanews.com – Sekaa taruna dan komunitas trash warrior lengkap dengan protokol kesehatan (prokes) melakukan aksi sosial membersihkan sampah dan penanaman pohon di areal Tukad Beji Merak banjar Abasan, Singapadu Tengah, Sukawati, Gianyar, Bali, Senin (19/10/2020).

Nyoman Suciartha Kepala Dusun Banjar Abasan, Singapadu Tengah mengatakan, dirinya sangat mengapresiasi kegiatan sekaa teruna dan anak-anak Trash Warrior ini dalam menjaga lingkungan.

Dengan lingkungan bersih, kata Suciartha, akan bermanfaat bagi anak cucu dikemudian hari. Pihaknya berterimakasih kepada penggagas untuk menggelar kegiatan sosial tersebut.

“Pada saat gotong royong seperti ini saya juga tekankan untuk terapkan pertokol kesehatan seperti menggunakan masker, rajin mencuci tangan, dan menjaga jarak (3M). Dan yang tidak kalah penting kami juga menghimbau agar tetap menjaga imun tubuh agar kita sehat,” ujar Suchiarta.

Koordinator Trash Warrior Wayan Widhi menceritakan, usaha membentuk gerakan ini diawali dengan melakukan seminar-seminar kecil mengenai sampah dan penanggulangannya.

“Sedih melihat anak-anak buang sampah sembarangan, terus saya ingin merubah kebiasan anak-anak supaya peduli sama lingkungan sekitar, rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar. Karena sampah plastik tidak bisa diurai, pertama saya kasi tahu bahwa sampah plastik sangat berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan, saya perlihatkan mereka video di youtube tentang bahaya membakar sampah plastik Bagi kesehatan manusia,” kata Widhi.

Untuk itu, ia mengajak anak-anak untuk setiap hari minggu pagi bersama sekaa teruna secara spontanitas datang ke rumah dan mengajak untuk bersih-bersih lingkungan.

“Mudah-mudahan mereka konsisten dengan apa yang sudah di lakukan selama ini. Saya berharap sekali anak-anak ini kelak mempunyai karakter yang baik,” imbuh Widhi.

Selain melakukan bersih-bersih, kata Widhi, bersama timnya ia juga menanam sejumlah pohon upakara di tepi sungai sebagai pohon perindang dan dapat dimanfaatan untuk upakara di kemudian hari.

Trash Warior terbentuk tahun 2018 di wilayah Singapadu. Komunitas lingkungan ini berdiri dibawah binaaan Sekaa Teruna Bhina Eka Budhi.

PENULIS : Tim Liputan Covid

EDITOR : Oka Suryawan