Budidaya Rumput laut masih jadi primadona bagi masyarakat Nusa Penida
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Semarapura,balipuspanews.com-Budidaya rumput laut Nusa Penida yang sempat menjadi mata pencaharian utama warga Nusa Penida, Klungkung sejak tiga tahun belakangan mengalami penurunan produksi. Untuk mengembalikan budidaya tersebut, Dinas Perikanan dan kelautan membuat demplot percontohan untuk menguji hasil produksi rumput laut.

Menurut I Wayan Suarbawa sebagai pelaksana lapangan, Dinas Kelautan dan Perikanan menyebutkan, pihaknya melakukan demplot  bulan April 2018. Itu dilakukan di beberapa wilayah seperti Semaya, Batununggul dan Lembongan.

” Hasilnya cukup bagus.Namun hasil demplot ini perlu diperpanjang waktunya agar validitasnya lebih akurat berdasarkan siklus tahunan rumput laut,”ujar Suarbawa, Senin (17/12/2018).

Selain demplot, melalui Yayasan Kalimajari, Wayan Suarbawa juga ikut andil melatih petani untuk mengolah hasil rumput laut menjadi berbagai produk. Mulai menjadi krupuk, sabun, sirup, selai, handbody dan makanan ringan lainnya.

” Harapannya bila serius itu bisa menjadi home industri dimana produknya mensuport pariwisata. Selain itu aktivitas rumput laut bisa dijadikan tour wisata ke Nusa Penida. Pokoknya rumput laut dan pariwisata bisa saling menguatkan bersinergi, bukan saling meniadakan,”  jelas Suarbawa.

Menurunnya produktivitas rumput laut Nusa Penida belakangan juga disebabkan alih pekerjaan warga yang beralih ke sector pariwisata karena menggeliatnya kunjungan wisatawan ke Nusa Penida. Selain itu, warga sempat putus asa karena tanaman rumput laut sering kena penyakit ice- ice. (Roni)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...