DENPASAR, balipuspanews.com — Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose mengirimkan surat rekomendasi penghentian sementara kegiatan tiga Organisasi Masyarakat (Ormas) kepada Gubernur Bali. Surat rekomendasi itupun sudah dikirim bulan April 2017 lalu, namun hingga saat ini surat itu belum mendapat tanggapan.

Tiga dari 108 Ormas di Bali yang bakal dihentikan yakni, Ormas Laskar Bali, Baladika dan Pemuda Bali Bersatu.

sewa motor matic murah dibali

Nah, alasan penghentian kegiatan ketiga Ormas itu, lantaran dinilai telah banyak melakukan perbuatan pidana, mengganggu keamanan dan ketertiban umum di wilayah hukum Provinsi Bali.

Baca Juga: 

Atas data tersebut, Kapolda Bali Irjen Pol Dr Petrus Reinhard Golose sudah mengirim surat rekomendasi penghentian sementara kegiatan ketiga Ormas kepada Gubernur Bali.

Surat lama tak direspon, Kapolda Bali meminta Kabidkum Polda Bali, Kombes Pol Mochamad Khozin untuk mengecek kembali perkembangan surat rekomendasi tersebut.

Kombes Pol Mochamad Khozin saat dikonfirmasi mengaku, sudah mengecek perkembangan surat rekomendasi tersebut melalui rapat koordinasi dengan Sekda Provinsi Bali, Drs. Dewa Made Indra, M.Si. di Gedung Wiswa Sabha Kantor Gubernur Bali, Rabu (9/1).

“Sekda Provinsi Bali mengatakan bahwa surat rekomendasi dari Kapolda Bali terkait keberadaan Ormas di Bali telah diterima dan sudah dibicarakan fungsi terkait. Selanjutnya surat tersebut masih dikoordinasikan dengan Bapak Gubernur Bali,” kata Kabidkum Kombes Khozin.

Perwira melati tiga di pundak ini menjelaskan bahwa surat rekomendasi ini sebenarnya sudah lama, waktu terjadinya kekerasan oleh beberapa Ormas di Bali untuk diatensi oleh Gubernur Bali dan diberikan Surat Peringatan (SP).

“Tetapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjut dari Pemda, sehingga kemarin kita diperintahkan oleh Kapolda untuk menanyakan perkembangan surat yang kita kirim,” terangnya. (jr/bpn/tim)

Ketegasan orang nomor satu di Mapolda Bali ini dikatakan M.Khozin dalam memberantas organized crime di Bali mendapat apresiasi dari berbagai elemen masyarakat. Preman berkedok Ormas yang kerap melakukan tindakan kekerasan, mengganggu ketenteraman dan ketertiban umum atau merusak fasilitas umum dan fasilitas sosial langsung tiarap sejak ia menjabat sebagai Kapolda Bali.

Imbuh Kombes Khozin, preman yang melakukan Pungli dengan mengatasnamakan Ormas ditangkap satu per satu dan diproses secara hukum.

“Masyarakat di Bali berharap bisa merasa aman dan nyaman beraktivitas,” tandasnya.

Tinggalkan Komentar...