Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng
Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Buleleng

BULELENG, balipuspanews.com – Usulan Pemerintah Kabupaten Buleleng untuk proses disinfeski jenazah covid-19 sudah bisa dilakukan oleh tim Forensik RSUD Buleleng. Disinfeksi merupakan tindakan pemberian sejumlah bahan kimia terhadap tubuh jenazah, sehingga peluang untuk menularkan virus covid-19 terhadap orang lain dapat ditekan.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Buleleng, Drs. Gede Suyasa, M.Pd saat dikonfirmasi dikonfirmasi menjelaskan bahwa upaya untuk melakukan disinfeksi terhadap jenazah covid-19 ini sudah mendapatkan persetujuan dari Gugus Tugas Provinsi Bali.

Dengan disetujuinya hal tersebut Bagian Forensik RSUD Buleleng saat ini sudah mampu melalukan tindakan disinfeksi terhadap jenazah positif covid-19. Berdasarkan revisi ke lima Permenkes, jenazah covid-19 hendaknya sudah dikubur atau dikremasi dalam kurun waktu 24 jam.

Akan tetapi khususnya di Bali, hal ini masih belum bisa dilakukan, sebab berdasarkan tradisi umat Hindu ada beberapa proses penguburan atau kremasi harus berdasarkan hari baik untuk melaksanakan upacara.

Berdasarkan hal tersebut pihaknya mengusulkan kepada Gugus Tugas Provinsi Bali dengan mengajukan agar diizinkan melakukan proses disinfeksi terhadap jenazah covid-19, yang tidak bisa dikubur atau dikremasi dalam kurun waktu 24 jam.

“Kami sudah usulkan dan sudah disetujui oleh Gugus Tugas Provinsi. Jadi mulai saat ini proses disinfeski jenazah covid-19 sudah bisa dilakukan oleh tim Forensik RSUD Buleleng. Namun jenazah hanya boleh dititipkan selama tiga hari,” jelasnya, Sabtu (1/8/2020).

Gede Suyasa yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng tersebut menambahkan bahwa untuk melaksanakan proses disinfeksi terhadap jenazah covid-19. Pihak rumah sakit akan menggunakan ruangan khusus bertekanan negatif, dengan dilengkapi dengan exhaust agar virus tidak menyebar ke lingkungan sekitar.

Tidak hanya itu, Terkait dana yang dipakai penyediaan sarana dan prasarana berasal dari dana RSUD Buleleng,mengingat rumah sakit tersebut berstatus sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

“Ruangan sudah disediakan di dalam ruang jenazah RSUD Buleleng. Penyediaan sarana dan prasaran untuk proses disinfeksi ini menggunakan dana dari RSUD Buleleng,” imbuhnya.

Sementara itu dikonfirmasi terpisah, Dokter Forensik RSUD Buleleng, dr. Klarisa Salim mengungkapkan bahwa meski nantinya pasien covid-19 telah meninggal dunia, jenazahnya masih bisa menularkan virus kepada orang lewat cairan yang keluar dari tubuh jenazah.

Sehingga dengan adanya disinfeksi pihaknya nantinya melakukan tindakan membersihkan tubuh jenazah. Bahkan ada beberapa bahan kimia yang akan dimasukkan ke tubuh jenazah agar peluang terjadinya penularan virus bisa ditekan.

“Nantinya ada cairan bahan kimia yang akan dimasukan ke tubuh jenazah. Kandungan dan kadar cairan juga berbeda beda. Beberapa seperti bagian tubuh seperti lubang hidung juga kami bersihkan, serta cairan yang ada ditubuh jenazah harus dikeluarkan,” paparnya.

Lanjut dr. Klarisa menerangkan bahwa sejatinya tindakan disinfeksi ini bisa dilakukan oleh pihaknya terhadap jenazah dalam jumlah yang banyak. Dalam penanganannya juga ada protokol yang diperhatikan sebab ruangannya nanti disediakan khusus. Akan tetapi yang bisa dititipkan di RSUD Buleleng hanya terbatas 4 jenazah dengan melihat ruangan yang dimiliki tidak terlalu luas.

“Jika jenazah sudah disinfeksi, kami tidak bisa menyimpannya di ruang pendingin, dan tidak bisa dicampur dengan jenazah umum lainnya. kami letakan di tempat khusus yang sudah disiapkan, di bungkus dengan baik. Bila jenazah hasil swab positif, tidak sarankan untuk dimandikan di rumah duka. Tetapi keluarga bisa ikut memandikan jenazahnya di rumah sakit, dengan syarat harus menggunakan APD lengkap,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan

Facebook Comments