Dinyatakan Lulus Tes CPNS, Pemberkasan Diharapkan Selesai Februari

Kepala BKPSDM Kabupaten Buleleng, I Gede Wisnawa
Kepala BKPSDM Kabupaten Buleleng, I Gede Wisnawa

BULELENG, balipuspanees.com – Proses pelaksanaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) telah selesai dilakukan dan didapat sebanyak 212 peserta yang telah dinyatakan lolos sebagai CPNS tahun 2021, formasi awal yang didapat Kabupaten Buleleng yakni sebanyak 231 formasi sehingga masih tetap ada kekosongan. Para CPNS yang telah dinyatakan lolos saat ini masih menunggu tahap kelengkapan pemberkasan.

Sebanyak 212 Peserta yang Lolos (Calon Pegawai Negeri Sipil) CPNS formasi 2021, saat ini masih menunggu tahap kelengkapan pemberkasan.

Kepala Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Buleleng I Gede Wisnawa mengatakan sebanyak 212 peserta yang lolos diharapkan proses pemberkasaan telah selesai pada bulan Februari 2022 mendatang.

Baca Juga :  Tim Koordinasi Dibentuk Untuk Wujudkan UMKM Naik Kelas

Sehingga saat pemberkasan telah selesai maka Terhitung Mulai Tanggal (TMT) atau suatu pernyataan berupa surat yang berisi tanggal resmi pengangkatan seseorang CPNS tersebut bisa langsung dilakukan pada bulan Maret 2022.

“Usai TMT, CPNS ini akan langsung ditempatkan sesuai dengan formasi yang dilamar masing-masing bebarengan dikeluarkannya SK.” ungkapnya saat dikonfirmasi, Minggu (9/1/2022).

Kemudian nantinya agar diakui 100 persen menjadi seorang Aparatur Sipil Negara (ASN), mereka selanjutnya akan mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) prajabatan yang akan diadakan di Denpasar. Disini para CPNS ini setelah pelatihan wajib sudah diakui 100 persen di tahun 2023.

Sedangkan disinggung soal sisa formasi yang belum terisi saat ini kebanyakan dari formasi dokter spesialis. Sehingga dirinya menyebutkan sepinya pelamar dari dokter spesialis tidak hanya terjadi di Buleleng tapi akan tetapi hampir di seluruh Indonesia.

Baca Juga :  IESF Bali 14Th WEC akan Dihadiri 105 Negara, Esport Outdoor Terbesar di Dunia

Hal itu disebabkan beberapa faktor, salah satunya lulusan dokter spesialis yang sedikit akan tetapi kebutuhan banyak. Namun meski hari ini masih kosong kedepan pihaknya akan terus mengusulkan agar kekosongan bisa segera diisi.

“Rutin kita mengusulkan tapi kita tergantung dipusat, untuk dokter spesialis memang cukup sulit tidak hanya di Buleleng bahkan di kota lain juga,” tutupnya.

Penulis : Nyoman Darma 

Editor : Oka Suryawan