Dipaksa Wik-wik di Kebun, IRT Melapor ke Polres Buleleng

Ilustrasi pemerkosaan. (gambar: Indozone)
Ilustrasi pemerkosaan. (gambar: Indozone)

BULELENG, balipuspanews.com – Diduga menjadi korban persetubuhan, seorang ibu rumah tangga (IRT) asal Kecamatan Banjar, Buleleng melapor ke Mapolres Buleleng. Wanita berusia 31 tahun ini melaporkan dipaksa wik-wik oleh pria yang masih ada hubungan saudara di sebuah kebun. Peristiwa tersebut berlangsung Kamis (4/8/2022).

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Sumarjaya yang dikonfirmasi, pada Kamis (15/9/2022), membenarkan laporan tersebut.

Menanggapi aduan tersebut, Unit PPA Sat Reskrim Polres Buleleng masih melakukan pendalaman. Sebagai langkah awal penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi yang diduga mengetahui kejadian itu.

“Laporan ini masih dalam bentuk aduan masyarakat dan masih didalami. Kami lakukan penyelidikan apakah ada unsur paksaan atau tidak,” ungkap AKP Sumarjaya.

Baca Juga :  Curi Miras, Polisi Tetapkan Tiga Tersangka Diantaranya Ada Masih Dibawah Umur

Berdasarkan laporan pengaduan masyarakat nomor STP/204/VIII/2022/RESKRIM, tertanggal 18 Agustus 2022 yang langsung dilayangkan pelapor (korban).

Kejadian itu berawal pada Kamis (4/8/2022) sekitar pukul 18.00 WITA korban bersama terduga pelaku berboncengan menaiki sepeda motor menuju Desa Jinengdalem, Kecamatan Buleleng, untuk mengambil uang di rumah ipar korban.

Kemudian sekitar pukul 19.30 WITA setelah mengambil uang korban bersama terduga pelaku kembali pulang ke Kecamatan Banjar, akan tetapi ditengah perjalanan terduga pelaku tiba-tiba memutuskan untuk berhenti di sebuah kebun yang ada di wilayah Desa Kaliasem, Kecamatan Banjar.

Tanpa berpikir panjang terduga pelaku lalu mengajak korban masuk ke kebun untuk melakukan hubungan badan. Namun korban langsung menolak mentah-mentah apa yang menjadi permintaan terduga pelaku. Meski begitu terduga pelaku justru memaksakan kehendaknya serta mengancam korban sehingga berhasil menyetubuhi korban di tengah kebun.

Baca Juga :  Remaja Dituntut Aktif Mengedukasi Permasalahan HIV/AIDS Sedini Mungkin

“Antara korban dengan terlapor (pelaku) saling kenal. Dalam perjalanan pulang, diduga korban diancam kalau tidak meladeni maka tidak diantar pulang,” pungkasnya.

Penulis : Nyoman Darma

Editor : Oka Suryawan