Pemotongan babi dipantau petugas

NEGARA, balipuspanews.com- Isu Virus Corona dan Virus African Swine Fever (ASF) atau Demam Babi Afrika memng membuat warga cukup resah.

Agar warga terutama umat Hindu yang merayakan hari raya Galungan petugas dari dinas Pertanian dan Pangan pemkab Jembrana memantau pemotongan babi.

Petugas kesehatan hewan mulai Senin (17/2) melakukan pemantauan di seluruh Jembrana. Pemantuan itu dilakukan untuk mengecek apakah daging babi yang dipotong sehat dan layak dikonsumsi.

“Pemantuan ini kami lakukan untuk memeriksa babi yang akan dipotong serta dagingnya guna memastikan aman untuk dikonsumsi,” ujar Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan Kesmavet) pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana, I Wayan Widarsa.

Dari hasil pemantaun dan pemriksaan petugas, kata Widiarsa babi yang dipotong dan dagingnya masih aman untuk dikonsumsi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Jembrana I Wayan Sutama mengatakan beberapa peternak berkontribusi dengan pemerintah daerah untuk menyisir dampak negatif isu dari  perkembangan virus demam babi yang berdampak secara psikologis juga secara ekonomis, apalagi umat Hindu di Bali akan melaksanakan Hari Raya Galungan dan Kuningan.

”Sampai saat ini mengkonsumsi daging babi aman. Jadi masyarakat jangan resah,” ujarnya. (nm/bpn/tim)