Dipasok Dari Lapas Banyuwangi,Empat Pelaku Narkoba Dibekuk

wakapolres kompol supridi rahman tunjukan tersangjka dan barang bukti narkoba

NEGARA,balipuspanews.com-Peredaran Narkoba antar pulau berhasil dindus polisi. Terbukti anggota Satuan Narkoba Polres Jembrana berhasil membekuk empat orang pelaku Narkoba jenis sabu-sabu yang mendapat pasokan dari Lapas Banyuwangi.

Wakapolres Jembrana Kompol Supriadi Rahman. Kamis (13/2) didampingi Kasat Narkoba Polres Jembrana AKP Komang Muliyadi mengatakan, keempat pelaku Narkob itu ditangkap saat pelaksanaan oprsi Antik Agung 2020.

Diawali dari penyelidikan yang dilakukan anggota Sat Narkoba yang dipimpin Kasat Narkoba AKP Komang Mulyadi selaku Kasatgas II terhadap seseorang yng biasa dipanggil Gusti Kadek Ariawan,35, alias Gus Ariawan warga Lingkungan/Kelurahan Pendem, Jembrana karena disurigai sebagai penyalahguna Narkona.

Kemudian didapat informasi kalau Ariawan akan melakukan transaksi di wilayah kelurahan Pendem pada Selasa (28/1) lalu. Kemudiansekitar pukul 00.15 dilihat sebuah mobil Daihatsu Alya warna putih DK 1658 MG yang mencurigakan berhenti di jalan Rajawali depan RS Bunda.

Untuk menjemput Ariawan. Kemudian mobil tersebut melaju keatah utara menuju rumah milik Ariawan.

“Kedua orang itu lalu masuk kedalam rumah. Lalu sekitar pukul 00.30 anggota melakukan penggerebgan,” ujarnya.

Saat anggota Sat Narkoba melakukan pengrebegan, dilihat Ariawan membuang sesuatu dari ventilasi kamar mandi.

Setelah diperiksa ternyata yang dibuang itu adalah plastic klip yang berisi sabu-sabu. Ariawan dan temanya yang bernamaI Gusti Komang Artawan,38, alias Gus mang asal banjar Palungan Batu, Desa Batuagung, Jembrana bersama barang bukti plstik klip yangberis sabu-sabu 0.46 gram bruto atau 0,31 gram netto, kertas alumunium foil, pipa kaca2 buah potongan pipet, dua buah cotton bud, 2 buah korek gas, guntung HP Nokia dan Samsung serta mobil Alya diamankan ke Mapolres Jembrana.

Kemduian lanjuat Kompol Supriadi Rahman, pada Minggu (2/2) anggira Sat Narkoba mendapat informasi dari masyarakat kalau ada seseorang yang bernama I Putu Julio Eka Permana,27, alias Bracuk sering menyalahgunakan Narkoba dan akan melakukan transaksi di jalan Krsna, Desa Pergung, Mendoyo.

Anggota kemudian melakukan penyanggongan dan sekitar pukul 21.00, Bracuk dilihat mengendarai sepeda moyor Honda Beat warna putih DK 3745 Zl dengan membonceng temanya I Putu Gede Juli Santika, 32, melintas di jalan Krsna.

”Mereka kemudian dikejar dan dihentikan. Saat itu Bracuk dilihat membuang sesuatu ke pinggir jalan,” ungkapnya.

setelah diperiksa ternyata yang dibuang itu plastik klip berisi kristal bening yang diduga Narkotika jenis sabu dengan berat 0,90 gram brutto dan 0,46 netto.

Kedua warga Lingkungan Menega, Dauhwaru, Jembrana itu kemudian diamankan bersama barang bukti plstik klip berisi sabu-sabu, bong, HP dan sepeda motor yang digunakanya diamankan. Dari pemeriksan, keempat tersangka Narkoba itu mengaku mendapat pasokan sabu-sabu dari Lapas Banyuwangi.

“Keempat tersangka dijerat dengan pasal 12 ayat 1 UU nomor 35 tahun 2019 Tentang Narkoba dengan ancaman 12 tahun penjara dan denda maksimal 8 miliar,” jelasnya. (nm/bpn/tim)