Sabtu, Juni 22, 2024
BerandaJembranaDipecat, Mantan Karyawan Curi Mesin Kasir

Dipecat, Mantan Karyawan Curi Mesin Kasir

JEMBRANA, balipuspanews.com– IGN MPSA,27, selain kehilangan pekerjaan juga harus meringkuk di balik jeruji besi. Pasalnya warga yang beralamat di jalan Haya Wuruk, Desa Dangin Tukadaya, Kecamatan Jembrana, yang diberhentikan sebagai karyawan Gogo Fried Chiken (GFC) itu nekat mencuri mesin kasir di bekas tempat kerjanya tersebut.

Kapolres Jembrana, AKBP Endang Tri Purwanto, Kamis (4/1/2024) menyampaikan, hilangnya mesin kasir GFC yang berlamat di jalanHayam Wuruk, Desa DanginTuladaya, Kecamatan Jembrana diketahui pada Kamis (29/12/2023) sekitar pukul 09.00 WITA.

Saat itu salah satu karyaean datang untuk membuka rumah makan GFC.

“Saat masuk melalui pintu depan dia melihat mesin kasir yang berada diatas meja telah hilang,”ujarnya.

Kemudian karyawan itu, menghubungi temannya Putri untuk menanyakan keberadaan mesing kasir tersebut, namun tidak mengetahuinya. Lalu dia menghubungi pemilik rumah makan bernama Wahyu untuk memberitahukan bahwa mesin kasir telah hilang.

Karyawan itu lalu masuk ke belakang menuju arah dapur dimana pintu dapur sudah terbuka serta kawat penutup ventilasi sudah rusak. Atas kejadian pemilik mengalami kerugian sebesar Rp 8.094.000 dan melaporkan masalah tersebut ke Polres Jembrana.

BACA :  Operasi Antik Agung 2024 Polres Jembrana Ungkap 5 Kasus Narkoba

Kasat Reskrim Polres Jembrana, AKP Agus Riwayanto Diputra kemudian memerintahkan Unit Opsnal KURAWA untuk melakukan penyelidikan. Hasil penyelidikan yang dipimpin oleh Kanit 1 Reskrim Ipda Ekky Nurwenda PutrA berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan beberapa saksi,
mengarah kepada IGN MAPS yang merupakan mantan Karyawan GFC

“Pelaku berhasil diamankan di rumahnya dan saat dilakukan interogasi, dia mengakui perbuatannya telah melakukan pencurian mesin Kasir GFC,” ungkapnya.

Dia mendapatkan uang sebedar Rp 1.694.000, dimana uang tersebut dipergunakan untuk top up dana/bermain judi Rp 1 juta, Michat Rp 250 ribu, makan, minum dan keperluan lainnya Rp 383 ribu dan tersisa Rp 61 ribu.

Saat mencuri mesin kasir itu pelaku, mematikan meteran listrik untuk mematikan CCTV kemudian naik dengan tangga selanjutnya masuk melalui lobang ventilasi dapur dengan merusak kawat penutupnya dan mengambil mesin kasir, selanjutnya keluar melalui pintu dapur ke arah halaman belakang.

“Pelaku merasa sakit hati kepada pemilik rumah makan siap saji GFC karena diberhentikan sebagai karyawan di termpat tersebut,” jelasnya.

BACA :  Intervensi Serentak Pencegahan Stunting, Wabup Suiasa Ajak Atasi Stunting di Kabupaten Badung

Atas perbuatanya itu, pelaku dipersangkakan melanggar Pasal 363 ayat (1) ke 5 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Penulis: Anom
Editor: Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular