Selasa, Juli 16, 2024
BerandaNasionalJakartaDipertanyakan, Anggota KPU dan Bawaslu RI Terpilih Sama dengan Daftar Nama Sebelum...

Dipertanyakan, Anggota KPU dan Bawaslu RI Terpilih Sama dengan Daftar Nama Sebelum Pemilihan

JAKARTA, balipuspanews.com – Proses pemilihan Anggota KPU dan Bawaslu saat ini berbeda dengan pemilihan sebelumnya. Pada tahun 2012 dan 2017, publik bisa melihat secara langsung proses pemungutan suara yang dilakukan oleh Komisi II DPR saat memilih Anggota KPU dan Bawaslu RI.

“Tetapi, dini hari pemilihan dilakukan secara tertutup yang tidak dapat disaksikan oleh publik,” sesal Peneliti dari Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) Fadli Ramadhanil dalam keterangannya, Kamis (17/2/2022).

Karena ketertutupan Komisi II DPR itu, Fadli mengatakan tentu saja publik mempertanyakan proses pemilihan tersebut apakah benar-benar seperti yang diharapkan atau sebaliknya.

Sehingga, kata dia menjadi pertanyaan bagaimanakah metode penentuan ranking yang dibuat? Apa yang menjadi dasar penentuan rangking tersebut.

“Bahkan nama-nama yang terpilih sama dengan nama-nama yang beredar melaui pesan berantai sebelum FPT (fit and proper test) dimulai,” ungkapnya.

Fadli mengingatkan Pemilu 2024 memiliki tantangan sangat berat dan kompleks. Salah satunya adalah menghadapi himpitan tahapan Pemilu dan Pilkada. Hal ini yang mesti diatur dan didisain sedemikian rupa oleh penyelenggara pemilu yang baru terpilih.

BACA :  PDAM Buleleng Catat Ribuan Pelanggan Masih Menunggak Tagihan Air

“Penyelenggara Pemilu terpilih mesti merancang manajemen Pemilu yang efektif, rasional, dan transparan. Sehingga pelaksanaan Pemilu dan Pilkada tetap berada dalm koridor nilai-nilai demokratis dan berintegritas,” ujarnya Fadli.

Sebagai penyelenggara pemilu di momentum pemilu serentak dan pilkada serentak 2024, mereka akan menghadapi ujian integritas sepanjang waktu.

“Banyak kepentingan dari seluruh kelompok politik, jangan sampai kasus Wahyu Setyawan terulang. Ini yg harus dijaga betul oleh anggota KPU dan Bawaslu terpilih,” ingat Fadli.

Sebab perbuatan yang melanggar integritas, tidak hanya akan merusak individu penyelenggara, tapi juga trust terhadap penyelenggaraan Pemilu, dan merusak demokrasi Indonesia.

Lebih jauh, Fadli juga menyayangkan pemilihan 7 anggota KPU dan 5 anggota Bawaslu RI pada dini hari, Kamis (17/2/2022) tidak mencerminkan afirmasi kepada perempuan.

“Ini adalah ujung dari rangkaian seleksi yang sudah dilaksanakan sejak September 2021 lalu. Proses pemilihan anggota KPU dan Bawaslu adalah fondasi utama persiapan pelaksanaan Pemilu 2024,” ujarnya.

Mereka yang dipilih menjadi anggota KPU dan Bawaslu nanti adalah cerminan awal dari pelaksanaan Pemilu 2024. Tugas mereka pasti tidak mudah. Apalagi, Pemilu 2024 juga akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan Pilkada serentak secara nasional di 33 Provinsi dan 500 lebih Kabupaten/Kota.

BACA :  MPLS, Disdikpora Klungkung Larang Sekolah Lakukan Perpeloncoan

“Kami sangat menyayangkan keputusan DPR yang kembali mempertahankan tradisi yang tidak elok, yakni hanya memilih 1 orang perempuan sebagai anggota KPU dan Bawaslu,” sebutnya.

Padahal, sambung Fadli, ditengah dorongan publik yang sangat kuat, serta tersedianya calon anggota KPU dan Bawaslu perempuan yang berkompeten dan berintegritas, Komisi II DPR punya kesempatan untuk melaksanakan mandat UU Pemilu memilih 30% perempuan dari komposisi anggota KPU dan Bawaslu.

“Adanya Ketua DPR perempuan untuk pertama kalinya ternyata juga tidak berdampak signifikan terhadap sikap politik parpol di parlemen, terhadap pemenuhan keterwakilan perempuan di KPU dan Bawaslu,” kata Fadli.

Untuk diketahui, melalui mekanisme pemungutan suara atau voting Komisi II DPR telah memilih 7 dari 14 calon anggota KPU RI dan memilih 5 dari 10 calon anggota Bawaslu RI yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan yang diagendakan sejak 14-16 Februari 2022.

7 Komisioner KPU RI 2022-2027 terpilih itu yaitu Betty Epsilon Idroos, Hasyim Asy’ari, Mochammad Afifudin, Parsadaan Harahap, Yulianto Sudrajat, Idham Holik, dan August Mellaz.

BACA :  Rencana Ground Breaking Awal Bulan September 2024, Sekda Adi Arnawa Pimpin Rapat Pemaparan MRT

Sedangkan 5 Anggota Bawaslu RI 2022-2027 terpilih yakni Lolly Suhenty, Puadi, Rahmat Bagja, Totok Hariyono, dan Herwyn Jefler Hielsa Malonda.

Penulis : Hardianto

Editor : Oka Suryawan

RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -

Most Popular