Jumat, Juli 24, 2026
spot_img

Discovery Kartika Plaza Bali Gelar Pameran “Instilling Batuan” Karya Dua Maestro Bali

- Advertisement -
- Advertisement -

BADUNG, balipuspanews.comDiscovery Kartika Plaza Hotel Bali menggelar pameran seni bertajuk “Instilling Batuan” mulai 24 Juli hingga 24 September 2026. Pameran ini menampilkan karya dua seniman Bali, I Made Griyawan dan Wayan Adi Mataram, yang mengangkat kekayaan tradisi seni lukis Batuan sekaligus memperlihatkan perkembangannya melalui pendekatan kontemporer.

Discovery Kartika Plaza Hotel Bali menggelar pameran seni bertajuk "Instilling Batuan" mulai 24 Juli hingga 24 September 2026
Discovery Kartika Plaza Hotel Bali menggelar pameran seni bertajuk “Instilling Batuan” mulai 24 Juli hingga 24 September 2026

General Manager Discovery Kartika Plaza Hotel Bali, Luis Daniel Garcia, mengatakan pameran tersebut merupakan bagian dari komitmen hotel dalam mendukung pelestarian seni dan budaya lokal sekaligus menghadirkan pengalaman budaya bagi para tamu maupun masyarakat.

“Kami percaya hospitality tidak hanya menyediakan akomodasi, tetapi juga menghadirkan pengalaman budaya yang bermakna. Melalui pameran ini, kami ingin memberikan ruang bagi seniman lokal sekaligus memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Bali kepada masyarakat luas,” ujarnya.

Seni lukis Batuan merupakan salah satu aliran seni tradisional Bali yang memiliki sejarah panjang. Berdasarkan catatan dalam Lontar Batuan, keberadaan para seniman dan perajin di wilayah tersebut telah terdokumentasi sejak tahun 1022 Masehi atau 944 Saka.

BACA :  SSB Star Kencana Siap Harumkan Nama Jembrana di Ajang Kerti Bali Soccer IV 2026

Pameran “Instilling Batuan” mengangkat proses pewarisan nilai-nilai seni lukis Batuan yang terus berkembang dari generasi ke generasi.

Meski berasal dari generasi berbeda, I Made Griyawan dan Wayan Adi Mataram memiliki latar pembelajaran yang sama, yakni berkembang dalam lingkungan seni Batuan yang dipengaruhi keluarga pelukis I Wayan Taweng.

Melalui karya-karyanya, kedua seniman menghadirkan interpretasi yang berbeda terhadap gaya Batuan. I Made Griyawan mengeksplorasi komposisi warna yang lebih kaya dengan perpaduan garis hitam halus dan gradasi warna, sedangkan Wayan Adi Mataram tetap mempertahankan karakter monokrom khas seni lukis Batuan melalui komposisi hitam putih yang menonjolkan harmoni dan keseimbangan.

I Made Griyawan mengatakan seni lukis Batuan bukan sekadar tradisi, melainkan bagian dari identitas yang terus berkembang mengikuti zaman tanpa meninggalkan akar budayanya.

“Melalui karya-karya saya, saya ingin menunjukkan bahwa seni Batuan tetap relevan dengan merangkul ekspresi baru tanpa melupakan akar budayanya,” katanya.

Sementara itu, Wayan Adi Mataram menilai gaya monokrom dalam seni lukis Batuan menjadi medium untuk menghadirkan harmoni serta memperkuat narasi yang terkandung dalam setiap karya.

BACA :  HAN 2026, Puan: Anak Harus Tumbuh di Ruang Aman dan Bebas Bullying

“Pameran ini merupakan bentuk penghormatan kepada para maestro yang telah mengajarkan saya sekaligus komitmen untuk menjaga semangat seni Batuan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Pameran “Instilling Batuan” terbuka bagi tamu hotel maupun masyarakat umum hingga 24 September 2026.

Melalui pameran ini, pengunjung dapat menikmati berbagai karya seni yang memadukan nilai-nilai tradisional dengan interpretasi kontemporer, sekaligus mengenal lebih dekat salah satu warisan seni lukis khas Bali yang terus berkembang dari masa ke masa.

Penulis: Gde Candra

Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular