sewa motor matic murah dibali

GIANYAR, balipuspanews.com- Dalam rangka menghasilkan Pengelolaan Satuan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang mampu memenuhi standar nasional pendidikan dan berinovasi dalam tuntutan revolusi industri, Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar melaksanakan Pelatihan Pengelola Lembaga dan Pelatihan Penilik, Pamong dan Tutor Kesetaraan Kegiatan Pemberdayaan Tenaga Pendidik Non Formal Tahun 2019 di Aula Pramuka Kwarcab Gianyar. Kegiatan yang berlangsung dari 11 s/d 16 Maret tersebut dibuka Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Sadra, SH.,MH.

Ketua Panitia Penyelenggara Tenaga Pendidikan Non Formal 2019, Ir. I Gusti Ngurah Raka Wijaya mengatakan, pendidikan non formal meliputi pendidikan kecakapan hidup, Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Kepemudaan, Pendidikan Pemberdayaan Perempuan, Pendidikan Keaksaraan, Pendidikan Ketrampilan dan Pelatihan Kerja, Pendidikan Kesetaraan serta pendidikan lain yang ditujukan untuk mengembangkan kemampuan peserta didik.

“Salah satu jenis pendidikan yang dimaksud seperti Pelatihan Ketrampilan Komputer, mengikuti Bimbingan Belajar Bahasa Inggris dan lainnya,” imbuh Gusti Ngurah Raja Wijaya.

Ditambahkan Raka Wijaya, pendidikan Non Formal sebagai sub sistem pendidikan nasional dalam kiprahnya dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan Indeks Pengembangan Manusia melalui program non formal. Disisi lain, pemerintah telah menerapkan kebijakan penyelenggaraan Program Paket A,B dan C melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

Sehingga dengan terlaksananya kegiatan ini, diharakpan akan mampu menghasilkan satuan LKP yang memenuhi standar nasional pendidikan serta mampu memberdayakan peserta kursus, menghasilkan tutor pendidikan kesetaraan yang inovatif, kreatif serta mampu menumbuhkan pengetahuan serta ketrampilan bagi peserta didik Pendidikan Kesetaraan.

“ Kegiatan ini diikuti 60 orang. Terdiri dari 23 Pengelola Lembaga Pelatihan Kursus dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat, 10 orang Penilik, 4 orang Pamong dan 23 orang Tutor Kesetaraan,” kata Raka Wijaya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dalam smbutan yang dibacakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Gianyar, I Wayan Sadra, SH.,MH. mengatakan, peran Pendidikan Non Formal sama pentingnya dengan pendidikan Formal. Untuk itu, melalui pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Tenaga Pendidikan Non Formal Tahun 2019 diharapkan dapat meningkatkan kompetensi Tenaga Pendidik Non Formal. Sehingga, Pemerintah Kabupaten Gianyar akan tetap memberikan akses dan stimulus yang seluas- luasnya dalam penyelenggaraan program Pendidikan Non Formal di wilayah masing-masing kecamatan di Kabupaten Gianyar.

Lembaga penyelenggara Pendidikan Non Formal yang sudah ada di Kab.Gianyar seperti SPNF SKB, PKBM dan Lembaga Kursus diharapkan mampu memberikan akses pelayanan program pendidikan Non Formal kepada masyarakat yang membutuhkan. Adapun program yang dapat diikuti seperti Program Kesetaraan Paket A, paket B, dan Paket C, Program kursus ketrampilan / Life skill, Program PAUD usia 3 s/d 6 tahun dan program keaksaraan.

“Melalui program pelatihan pengelolaan Lembaga, Penilik, Pamong dan Tutor Kesetaraan diharapkan dapat memberikan peningkatan kompetensi para peserta didik dan program ini dapat terus di laksanakan di tahun mendatang,” kata Suradnya. ( rls/bas)

 

 

 

 

Tinggalkan Komentar...