Jumat, Oktober 30, 2020
Beranda Bali Jembrana Diserang Hama, Daun Cabai Keriting

Diserang Hama, Daun Cabai Keriting

NEGARA, balipuspanews.com- Melonjaknya harga cabai di pasaran terancam tidak bisa dinikmati penati di Jembrana. Mereka khawatir karena tanaman cabai miliknya yang baru akan berbuah terserang hama.

Seperti terjadi pada tanaman cabai milik petani di banjar Pangkung Liplip, Desa Kaliakah, Negara. Akibat terserang hama, tanaman cabai milik petani perumbuhanya menjadi terganggu dan daunya bercak-bercak dan berubah keriting.

“Saya kaget melihat tanaman cabai pertumbuhanya menjadi kurang bagus dan daunya berubah kerting,” ujar
Gusti Putu Wiarti, salah seorang petani cabai Senin (13/1).

Menurut Wiarti saat mulai ditanam hingga berumur satu bulan pertumbuhan cabainya sangat bagus bahkan terlihat cukup subur.

Namun menjelang berumur dua bulan dan mulai berbunga pertumbuhannya mulai terganggu, daun-daun cabainya kelihatan loreng ke kuning-kuningan.

Selain rumpun pada pucuk-pucuk daunnya kriting dan dibawah daun dan didahan cabai bersarang hama kupu-kupu hitam.

“Karena penasaran setiap malam saya amati dengan lampu, ternyata pada pohon-pohonnya itu banyak terlihat seperti wereng warna hitam yang biasa terlihat di tanaman padi. “ungkapnya.

Tidak ingin mengalami kerugian total, serangan hama cabai itu kemudian diinformasikna ke dinas terkait.

Informasi itu didikapi Dinas Pertanian dan Pangan pemkab Jembrana dengan menerjunkan dua orang petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POT) yang ada di kecamatan Negara.

Dua orang petugas teknis  Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan, I Ngurah Nyoman Susanto dan I Made Kerta setelah melakukan pengecekan kemudian meminta kepada petani cabai itu untuk melakukan  langkah-langkah kongkret dan preventif agar serangan hama tidak meluas.

Selain hama akibat dampak faktor cuaca eksterm yang juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman khususnya tanaman cabai juga yang tidak kalah ganasnya adalah serangan hama penyakit. Untuk tanaman cabai memang cukup rumit dalam perawatannya.

“Namun demikian, kita tidak bisa diam saja melainkan melakukan tindakan. Setelah tadi kami amati terhadap tanaman cabai itu memang benar ada hama seperti wereng pada tanaman padi yang menyerang. Maka itu nanti lakukan upaya pencegahan dengan melakukan penyemprotan setiap 3 minggu sekali,” ujarnya mereka.

Untuk obat yang digunakan untuk mengusir hama, petugas POPT  mengatakan jenis obat-obatan  banyak macamnya.

“Untuk itu kita pastikan jenis hama yang menyerang itu dulu, kemudian kita pastikan pestisida yangdigunakan gunakan,” terangnya. (nm/bpn/tim)

- Advertisement -

Bayi Yang Dibuang, Lahir Di Kamar Mandi

NEGARA,balipuspanews.com- Kedua orang tua bayi perempun yang dibuang di bale bengong panti asuhan Giri Asih, Melaya, sudah diamankan polisi. Dari keterangan sementara, bayi hasil hubungan...

Usut Praktik Jual Beli Senjata Ilegal ke Separatis Papua

JAKARTA, balipuspanews.com - Praktik jual beli senjata ilegal ke Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua, yang melibatkan oknum anggota Brimob harus diselidiki secara tuntas...
Member of