Diserang Tawon, Pasangan Suami Istri di Mendoyo MD

- Advertisement -
- Advertisement -

JEMBRANA, balipuspanews.com– Naas dialami psamgan suami istri (pasutri) IDKS,70, dan istrinya DAG,57,. Pasutri warga Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana itu sedang beristirahat digubuk kebun mereka di Banjar Kedusan, mereka diserang gerombolan tawon dan meninggal dunia.

Kapolsek Mendoyo Kompol I Wayan Sartika, Kamis (22/1/2026) menyampaikan peristiwa pada Selasa (20/1/2026) berawal dari sekitar pukul 15.00 WITA korban sedang istirahat (rebahan) di bale gubuk miliknya.

Kemudian Dewa KJ,66,asal Kelurahan Dauhwaru, Kecamatan/Kabupaten Jembrana, hendak memindahkan daun kelapa kering yang ada dibawah bale-bale.

“Saat diangkat ternyata dibawah daun kelapa kering tersebut terdapat sarang Tawon,” ujarnya.

Sehingga menyebabkan segrombolan tawon berhamburan dan langsung menyengat tubuh korban dan juga Dewa KJ,. Mereka berusaha menghindar dengan melarikan diri secara terpisah.

Sementara itu DAG yang kalah cepat lari tu uh ya terus disengat tawon. Disisi lain DKS

setelah beberapa meter melarikan diri, terjatuh dan bagian kepala terbentur pada akar pohon yang mengakibatkan gerombolan tawon kembali menyengat tubuh korban yang menyebabkan korban tidak sadarkan diri.

BACA :  Purbaya Dicopot dari Menteri Keuangan, Digantikan Suahasil Nazara

Sedangkan Dewa KK berhasil diselamatkan oleh I Ketut N,75, dan langsung dibawa ke Puskesmas 1 Mendoyo guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut dan sudah diziinkan pulang.

Beberapa saat kemudian warga sekitar mendatangi tempat kejadian dan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia, selanjutnya warga mengevakuasi jenazah korban kerumah duka di Desa Yehembang Kauh, Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana.

Sementara itu istrinya yang tidak sadarkan diri sempat dibawa ke Puskesmas. Setelah mendapat perawatan kondisi membaik dan diperbolehkan pulang. Namun tidak lama kemudian kondisi memburuk, kejang-kejang  dan kembali dibawa ke Puskesmas yang kemudian kondisinya memburuk dan meninggal dunia.

Dari hasil pemeriksaan oleh tim Ident Polres Jembrancdan tim medis Puskesmas 1 Mendoyo Penyebab kematian belum bisa dipastikan karena memerlukan pemeriksaan dalam.

“Atas peristiwa tersebut sesuai dengan keterangan dari pihak keluarga menyatakan ikhlas atas kejadian tersebut dan tidak menuntut kepada pihak manapun dan menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban,” ungkapnya.

Penulis: Anom

Editor: Oka Suryawan

Follow Balipuspanews.com untuk mendapatkan informasi terkini. Klik WhatsApp Channel & Google News
RELATED ARTICLES

ADS

- Advertisment -
- Advertisment -

Most Popular