Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra.
sewa motor matic murah dibali

SINGARAJA, balipuspanews.com – Mengingat Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Sangsit, Kecamatan Sawan, Buleleng, asetnya telah diserahkan kepada pemerintah provinsi, Dinas Perhubungan Buleleng pun mendorong agar pemprov menindaklanujuti permohonan hibah kapal pelayaran rakyat kepada Kementerian Perhubungan RI.

Kepala Dinas Perhubungan Buleleng, Gede Gunawan Adnyana Putra mengatakan, kapal pelayaran rakyat sangat dibutuhkan di Buleleng. Mengingat selama ini baik masyarakat maupun nahkoda kapal barang yang bersandar di pelabuhan PPI Sangsit bermain kucing-kucingan alias secara sembunyi-sembunyi menaikkan penumpang gelap saat bertolak dari dermaga PPI Sangsit menuju ke Kepulauan Sapeken, Madura, Jawa Timur.

Imbuh Gunawan, pihaknya sudah sempat mengajukan permohonan hibah kapal pelayaran rakyat ke Kementerian Perhubungan RI pada 2017 lalu. Pihaknya meminta agar pemerintah pusat dapat menghibahkan sebanyak dua unit kapal dengan spesifikasi 35 GT, berpenumpang 20 hingga 25 orang, serta mampu mengangkut barang seberat 20 ton.

Atas permohonan itu, pihak kementerian diakui Gunawan sejatinya telah memberikan respon. Namun saat itu kementerian memberikan syarat harus ada koperasi dari kelompok nelayan untuk mengelola. Namun nyatanya di wilayah Sangsit tidak terdapat koperasi dari kelompok nelayan. Sehingga hibah kapal pun dibatalkan.

Untuk itu, mengingat kapal pelayaran rakyat sangat dibutuhkan, Gunawan pun mengaku telah menyerahkan kembali proposal permohonan hibah kapal tersebut kepada Dishub Provinsi Bali, agar kemudian ditindaklanjuti ke Kementerian Perhubungan RI.

“Kalau diserahkan pada provinsi, akan berubah nanti status PPI Sangsit itu menjadi pelabuhan orang dan barang. Sehingga legal ketika memuat penumpang. Kadishub Bali juga katanya akan mengkoordinasikan dulu dengan Dinas Kelautan Provinsi,” tutupnya.