19/09/2020, 8:41 AM
Beranda Nasional Jakarta Disiplin Protokol Kesehatan Bagian dari Sikap Bela Negara

Disiplin Protokol Kesehatan Bagian dari Sikap Bela Negara

JAKARTA, balipuspanews.com – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo menekankan kepatuhan setiap warga negara dalam menjalankan protokol kesehatan melawan pandemi Covid-19, merupakan bagian dari sikap bela negara.

Bamsoet mengatakan ancaman dan serangan terhadap ketahanan negara bisa datang dari beragam aspek. Ada serangan melalui proxy war, ancaman nir-militer, perang dagang Amerika-Tiongkok, ketegangan di Timur Tengah yang tak juga mereda, hingga konstelasi antara Rusia dengan Turki. Namun dari semua itu serangan terhadap ketahanan negara saat ini adalah serangan virus corona.

“Dunia dihadapi persoalan tak kalah genting akibat pandemi Covid-19. Musuh bernama virus Covid-19 berada di depan mata kita semua. Menuntut semua warga dunia, termasuk Indonesia, ambil bagian dalam melawannya,” ujar Bamsoet saat menghadiri HUT ke-42 Forum Komunikasi Putra-Putri Purnawirawan dan Putra-Putri TNI-Polri (FKPPI) secara virtual bersama Ketua Umum Keluarga Besar FKPPI, di Jakarta, Sabtu (12/9/20).

Bamsoet selaku Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini menjelaskan, secara total kasus poitif Covid-19 di Indonesia hingga 11 September 2020 sudah mencapai 210.940. Indonesia berada di urutan ke-23 negara dengan jumlah kasus positif Covid-19 terbanyak dunia. Pasien positif yang masih di rawat mencapai 52.179, meninggal sebanyak 8.544, dan sembuh sebanyak 150.217.

“Sementara secara global, kasus positif Covid-19 di dunia sudah menembus 28.659.610, meninggal sebanyak 919.715, dan sembuh sebanyak 20.585.981. Kasus terbanyak berada di Amerika Serikat dengan jumlah positif Covid-19 mencapai 6,6 juta, kemudian India sebanyak 4,6 juta, Brazil sebanyak 4,4 juta, dan Rusia sebanyak 1,05 juta. Data berbicara, laju penyebaran Covid-19 di dunia maupun Indonesia belum ada tanda-tanda penurunan,” papar Bamsoet.

Ketua DPR RI ke-20 ini menegaskan, diperlukan kesadaran setiap anak bangsa untuk taat menjalankan protokol kesehatan agar laju penyebaran Covid-19 bisa ditekan. Sehingga, aktivitas ekonomi dan sosial tak terlalu terhambat.

“Kemungkinan besar vaksinasi baru bisa dilakukan di awal tahun 2021. Masih ada sekitar 3-4 bulan lagi bagi kita untuk bersama-sama berjuang melawan virus Covid-19. Karena itu, memasuki usia ke-42 tahun di tahun 2020 ini, seluruh kader FKPPI tak boleh lengah serta harus menjadi bagian dalam perang melawan Covid-19. Jadilah Duta Pencegahan Covid-19 yang baik. Ingatkan saudara dan lingkungan terdekat untuk mentaati protokol kesehatan. Ketaatan tersebut bisa menyelamatkan nyawa kita semua,” pungkas Bamsoet.

Penulis/Editor: Hardianto

- Advertisement -

Gali Lubang Pondasi, Dua Buruh asal Sumba Tewas Tertimbun

GIANYAR, balipuspanews.com - Akhir hidup yang cukup tragis menimpa dua buruh proyek asal Sumba, NTT. Keduanya tewas tertimpa longsoran tanah saat menggali pondasi bangunan...

Dapat Info Terkait Adanya Tajen, Polsek Banjar Langsung Grebeg Lokasi

BULELENG, balipuspanews.com - Pelaksanaan kegiatan judi sabung ayam (tajen) jelas dilarang sesuai pasal 303 KUHP, berdasarkan hal itu pihak kepolisian terus mengadakan pemantauan terhadap...
Member of
Dewan Pers

Download Balipuspanews
Google Play