Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan  Pemkot Denpasar, Dr IBG Ekaputra didampingi Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV AIDS Denpasar, Tri Hindarti, Skm saat Yayasan Gaya Dewata akan mengadakan temu media di Hotel Kepundung
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan  Pemkot Denpasar, Dr IBG Ekaputra didampingi Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV AIDS Denpasar, Tri Hindarti, Skm saat Yayasan Gaya Dewata akan mengadakan temu media di Hotel Kepundung
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com – Kasus HIV AIDS di kota Denpasar mencapai 7.664 kasus, angka ini tercatat sampai bulan Desember 2018.

” Kasus AIDS pertama dilaporkan sejakntahun 1987 di Bali, situasi kasus HIV-AIDS dari tahun 1987 sampai tahun 20.471 kasus, sedangkan jumlah kumulatif kasus di Kota Denpasar sampai dengan Desember sebanyak 7.664 kasu, ” kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan  Pemkot Denpasar, Dr IBG Ekaputra didampingi Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV AIDS Denpasar, Tri Hindarti, Skm saat Yayasan Gaya Dewata akan mengadakan temu media
di Hotel Kepundung, Denpasar, Selasa (22/5/2019).

Penyakit ini, kata Eka Putra tidak memandang profesi, untuk itu sangat penting dicegah keberadaannya.

Sampai saat ini, Jelas Ekaputra penyakit HIV AIDS ini mengalami penurunan karena pihaknya gencar melakukan pencegahan dengan memberikan edukasi kesehatan soal reprodukai remaja, prilaku hidup sehat serta pendidikan kespro yang tepat.

“Saat ini kita lakukan perubahan cara pandang HIV-AIDS pertama HIV sama dengan penyakit mematikan kita rubah menjadi penyakit kronis yang bisa dikelola, HIV tidak bisa disembuhkan saat ini sudah ada obatnya, ” ujarnya.

Lebih jauh ditekankan sampai saat ini, pihaknya tetap melakukan percepatan strategi yakni Temukan-Obati-Pertahankan (TOP) guna mencapai eliminasi HIV -AIDS pada tahun 2030.

Disisi lain pada kesempatan itu Sekretaris Komisi Penanggulangan HIV AIDS Denpasar, Tri Hindarti, Skm juga menekankan kepada krama Bali bahwa tidak usah takut memandikan jenazah yang meninggal akibat HIV AIDS karena sudah ada cara agar tidak terjadi penularan.

Dan sudah pasti penyadaran ini tak gampang perlu dilakukan sosialisasi secara terus menerus. (art/bpn/tim)

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here