Pelestarian Mata Air Keramat dan Rilief Jaman Batu Sebagai Living Museum Beji
Pelestarian Mata Air Keramat dan Rilief Jaman Batu Sebagai Living Museum Beji

RENDANG, balipuspanews.com – Diskusi dalam Rangkaian HUT ke 3 BALIPUSPANEWS.COM (14 November 2019) “Dari Mata Hati Untuk Mata Air” dengan tema  “Pelestarian Mata Air Keramat dan Rilief Jaman Batu Sebagai Living Museum Beji” telah dilaksanakan di Wantilan Pura Dalem Suci, Desa Pesaban, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Minggu (6/10/2019). Seperti apa pelaksanaannya?

Diskusi publik yang menghadirkan Muhammad Bundhowi (Kurator Museum Rudana ) Materi MENELISIK POTENSI BEJI SEBAGAI LIVING MUSEUM,. I Gusti Lanang Parwita ST MT ( Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali) dengan materi Peran Teknik Sipil Berbasis kearifan Lokal dalam konservasi dan pelestarian mata air serta I K. Satria, S. Ag. M. Pd. H Akademisi pengajar filsafat Hindu di Universitas Hindu Indonesia (UNHI) Denpasar serta dimoderatoriDr. Ir. I Wayan Jondra, M.Si. Dosen Teknik Elektro Politeknik Negeri Bali ini berlangsung sederhana dan penuh makna.

Seperti materi yang disampaikan oleh I Gusti Lanang Parwita ST MT ( Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Negeri Bali) dengan materi Peran Teknik Sipil Berbasis kearifan Lokal dalam konservasi dan pelestarian mata air memaparkan kalau
konservasi sumber daya air adalah upaya memelihara keberadaan serta keberlanjutan keadaan, sifat dan fungsi sumber daya air agar senantiasa tersedia dalam kuantitas dan kualitas yang memadai untuk memenuhi kebutuhan mahluk hidup, baik pada waktu sekarang maupun yang akan datang.

Menurutnya Konservasi sumber daya air ditujukan untuk menjaga kelangsungan keberadaan daya dukung, daya tampung dan fungsi sumber daya air sehingga masih akan dapat dinikmati keberadaan serta manfaatnya oleh anak cucu di masa depan.

Konservasi sumber daya air sebagaimana dimaksud dilakukan melalui kegiatan perlindungan dan pelestarian sumber air, pengawetan air serta pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air yang ditetapkan pada setiap wilayah sungai, yang ditujukan untuk melindungi dan melestarikan sumber air beserta lingkungan keberadaannya.

Menurutnya pelindungan dan pelestarian sumber air menurut undang-undang nomor 7 tahun 2004 dilaksanakan secara vegetatif dan atau sipil teknis melalui pendekatan sosial, ekonomi dan budaya.

“Secara budaya, upaya-upaya perlindungan dan pelestarian sumber daya air oleh masyarakat Bali telah dijalankan sejak jaman dahulu sejalan dengan sistem tata nilai yang berlaku dalam lingkungan masyarakat, ” katanya.

Bagi masyarakat Bali, lingkungan mata air merupakan ruang yang disucikan. Selain untuk manfaat mepenuhan kebutuhan domestik, air dari mata air mempunyai peran sebagai sarana ritual bagi masyarakat Bali yang beragama Hindu. Oleh karena itu lingkungan mata air sering disakralkan sehingga terbebas dari berbagai bentuk gangguan manusia.

Oleh karena kebutuhan prosesi ritual serta akses untuk pemenuhan air bersih masyarakat pada suatu kawasan, maka diperlukan suatu pengembangan situasi dan sekaligus pengamanan lingkungan sehingga arah pengelolaan yang saat ini dilakukan oleh masyarakat baik secara individu maupun kolektif dapat dijembatani sejalan dengan kebutuhan perlindungan dan pelestariannya.

Lebih jauh dipaparkan maksud dari kajian ini adalah untuk mempersiapkan disain penataan lingkungan disekitar mata air tersebut sehingga dapat memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat serta keberlanjutan eksistensinya.

Sambungnya, tujuan pelaksanaan kajian ini adalah mengidentifikasi kebutuhan bangunan (struktur) untuk kegiatan pengamanan mata air yang ada.
Membuat usulan/rekomendasi perlakuan teknis/lingkungan/sosial untuk mewujudkan fungsi maksimal mata air serta keberlanjutan eksistensinya.

Membuat rencana pra disain teknis bangunan-bangunan penunjang di bidang pengairan yang diperlukan untuk penataan kawasan.

Adapun langkah -langkah untuk konservasi mata air ini adalah pendalaman pemahaman terhadap rencana.

Selanjutnya Identifikasi kebutuhan pengamanan mata air studi serta analisis potensi mata air.

Kemudian pengukuran situasi serta pra-Desain Teknis. (art/bpn/tim)