Wakil Ketua TP. PKK Ny. Kristiani Suiasa saat menghadiri Lomba bagi anak-anak Panti Asuhan dan Disabilitas di Kabupaten Badung di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Jumat (15/11).
Wakil Ketua TP. PKK Ny. Kristiani Suiasa saat menghadiri Lomba bagi anak-anak Panti Asuhan dan Disabilitas di Kabupaten Badung di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Jumat (15/11).
sewa motor matic murah dibali

MANGUPURA, balipuspanews.com – Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk selalu membantu dalam penanganan anak anak yang mengalami eksploitasi ekonomi, kekerasan, penelantaran maupun anak anak disabilitas. Hal tersebut disampaikan Ketua K3S Badung dalam sambutannya yang dibacakan Wakil Ketua TP. PKK Ny. Kristiani Suiasa pada acara lomba lomba serangkaian HUT Mangupura ke-10 dan lomba ini juga merupakan kegiatan dari Koordinator Kegiatan Kesejahteraan Sosial (K3S), bagi anak anak Panti Asuhan dan Disabilitas yang ada di Kabupaten Badung. Kegiatan ini dilaksanakan di Panggung Terbuka Balai Budaya Giri Nata Mandala, Jumat (15/11).

Ditambahkan pula bahwa kegiatan inovasi ini merupakan gerbang pintu terdepan dalam memerangi kemiskinan, berkomitmen dalam membantu dan memberikan ruang kepada anak anak disabilitas yang berkebutuhan khusus karena mereka memiliki bakat dan potensi yang sama dengan anak anak yang normal.

Hal ini merupakan tanggung jawab bersama yang harus diimplementasikan dalam kehidupan, melalui semangat hidup menyama braya, sebagai karakter khas masyarakat Badung, membangun persatuan dan kebersamaan dalam suka dan duka. Dalam kesempatan itu pula Ny.Kristiani Suiasa berharap agar anak anak panti asuhan maupun anak anak disabilitas untuk tetap semangat tidak rendah diri untuk ikut membangun daerah Badung, karena sebagai daerah tujuan wisata internasional, Badung harus mampu mempertahankan identitas sosiokulturalnya ditengah interaksi global.

“Masyarakat Badung harus mampu menjadi tuan rumah dirumah sendiri dalam kemajuan pembangunan pariwisata modern, melalui konsistensi implementasi konsep saling asah,asih dan asuh, sehingga muncul rasa untuk saling kasih dan sayang,” ujarnya.

Sementara itu Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Badung Ni Made Enny Tarniati selaku panitia mengatakan bahwa lomba yang diadakan diantaranya lomba busana adat ke pura berpasangan bagi anak anak panti asuhan yang diikuti 34 orang peserta dengan kriteria tingkat SD,SMP dan SMA dari 8 panti yang ada di Badung.

Lomba busana endek casual berpasangan bagi anak anak panti asuhan yang diikuti 26 peserta dengan kriteria SMP dan SMA dari 8 panti yang ada di Badung dan lomba potensi khusus lainnya bagi anak anak disabilitas yang diikuti 18 peserta sari panti YPAC, sekolah SLB dan sanggar seni Dharma Shanti Muding Kerobokan Badung.

(cita/bpn/tim)