Distan Pangan Bali Buka Taman Gumi Banten dan Usadha di Besakih

Ket: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, IB Wisnuardhana (kanan) saat meninjau Taman Gumi Banten dan Usadha di Besakih, Kamis (19/11).
Ket: Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, IB Wisnuardhana (kanan) saat meninjau Taman Gumi Banten dan Usadha di Besakih, Kamis (19/11).

KARANGASEM, balipuspanews.com-

Pemprov Bali melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali membangun atau membuka lahan untuk Taman Gumi Banten dan Usadha, di Banjar Dinas Kedungdung, Desa Besakih, Karangasem, Kamis (19/11).

Penanaman tanaman alat atau sarana upakara ini sebagai upaya melestarikan tanaman lokal Bali yang berfungsi sebagai bahan upacara keagamaan umat Hindu, sebagai tanaman obat (usadha), dan sebagai implementasi atas diterbitkannya Peraturan Gubernur Bali Nomor : 29 Tahun 2020 tentang Pelestarian Tanaman Lokal Bali untuk Taman Gumi Banten, Usada dan Penghijauan.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, Ir. IB Wisnuardhana, M.Si., mengatakan pembuatan kebun berupa Taman Gumi Banten dan Usadha dibangun pada lahan aset miliik Pemprov Bali diatas lahan seluas 2 Ha.

Ia menambahkan, pekerjaan penanaman dimulai sejak awal tahun 2020 dengan melibatkan Desa Adat setempat yang pendanaannya bersumber dari APBD Provinsi Bali.

Sampai dengan saat ini telah tertanam sebanyak 2.028 pohon yang terdiri dari 1.719 pohon yang tergolong tanaman upacara dan 309 pohon yang tergolong sebagai tanaman usada.

Wisnuardhana menjabarkan, dari 2.028 pohon tersebut terdiri dari 226 jenis tanaman, dalam menentukan jenis-jenis tanaman yang ditanam berkoordinasi dan atas rekomendasi Universitas Hindu Indonesia dan saran berbagai pihak terkait.

“Sesuai arahan Gubernur Bali Bapak Wayan Koster agar koleksi tanaman terus ditambah dengan menginventarisir keberadaannya di lapangan,” tegasnya kepada awak media.

Birokrat asal daerah yang dijuluki Lumbung Padi, Tabanan ini mengatakan, dibangunnya Kebun Taman Gumi Banten dan Usadha di kawasan Besakih ini diharapkan masyarakat tidak lagi kesulitan memperoleh tanaman yang dibutuhkan yang keberadaannya sudah semakin langka.

Disamling itu, tujuan dari dibangunnya kebun taman gumi banten dan usada juga untuk pelestarian berbagai tanaman lokal Bali yang sangat bermanfaat yang ada disekitar kita.

“Peran masyarakat dan desa adat dalam mengembangkan taman gumi banten dan usada dengan memanfaatkan lahan-lahan pelaba pura dan atau lahan milik desa adat di masing-masing wilayah sangat diperlukan agar jumlah dan jenis tanamannya terus dapat diperbanyak,” harapnya.

Penulis/editor: Budiarta