Kepala Dinas Tenaga Kerja (Naker) Kabupaten Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri Korriawan saat melakukan kordinasi ke PLTU Celukan Bawang, Jumat (17/1).

GEROKGAK, balipuspanews.com — Indriati Tanu Tanto selaku General Affair PLTU Celukan Bawang meminta tempo satu (1) bulan terkait penggunaan papan nama aksara Bali di perusahaan swasta dibangun oleh China Huadian Engineering (CHE) bersama Merryline International Pte dan PT General Energy Indonesia (GEI) berlokasi di Desa Celukan Bawang, Kecamatan Gerokgak, Kabupaten Buleleng.

 

Permintaan tersebut disampaikan Indriati menanggapi surat teguran dilayangkan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Naker) Kabupaten Buleleng, Ni Made Dwi Priyanti Putri Korriawan.

 

“Kami akan segera menyampaikan surat teguran ini kepada direktur di Jakarta selaku pimpinan PLTU Celukan Bawang untuk ditindaklanjuti,” kata Indriati, Jumat (17/1) sore.

 

Indriati mengaku, sebelumnya pihaknya sudah menerima surat edaran dari Disnaker Buleleng terkait penggunaan papan nama aksara Bali sesuai ketentuan Peraturan Gubernur (Pergub) Bali Nomor 80 Tahun 2018 Tentang Perlindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali. Meski begitu, sampai saat ini pihaknya masih terkendala soal komunikasi dengan pimpinan di Jakarta.

 

“Begini, kan ada dua papan nama aksara Bali yang harus kami pasang. Pertama, papan nama perusahaan di depan (sebelah barat pos satpam), kedua papan nama bertuliskan CHD diatas bangunan turbin,” ungkapnya.

 

Nah, paling menjadi kendala sebut Indriati, adalah pemasangan papan nama aksara Bali CHD diatas bangunan turbin lantaran pihaknya harus menyiapkan alat khusus, bahkan nantinya tidak menutup kemungkinan pemasangan akan memakan waktu cukup lama.

 

“Tulisan CHD di bangunan turbin memiliki ketinggian lebih dari 25 meter. Papan nama aksara Bali ini yang kami mintakan tempo 1 bulan karena penggarapannya akan butuh waktu cukup lama. Kalau papan nama perusahaan di depan, kami hanya minta tempo dua minggu. Saat ini sudah menggunakan aksara Bali, namun belum permanen. Ya, kami sudah pesan, dua minggu lagi sudah dipasang,” terangnya.

 

Sementara, Kadisnaker Priyanti yang turun langsung bersama tim ke PLTU Celukan Bawang, pada Jumat (17/1) menekankan agar pihak PLTU Celukan untuk segera memasang papan nama aksara Bali di perusahaan tersebut.

 

Kadis Priyanti menegaskan, sesuai Pergub Bali Nomor 80 Tahun 2018,   masyarakat pengusaha berkewajiban mengikuti dan mematuhi sesuai ketentuan Pergub tersebut.

 

“Kami sudah tegaskan dalam surat teguran kepada PLTU Celukan Bawang agar mentaati segala bentuk peraturan. Ya, surat teguran kami layangkan sifatnya segera,” tegasnya.

 

Apakah ada sanksi kepada PLTU Celukan Bawang jika sampai batas waktu papan nama aksara Bali belum terpasang?

 

“Jelas kami akan kenakan sanski sesuai peraturan yang berlaku,” pungkasnya.