Ditengah Covid-19, Bisnis Madu Menjanjikan

Ketua Ikatan Lebah Madu Indonesia (ILMI) Kabupaten Tabanan I Gede Putu Ardika Putra
Ketua Ikatan Lebah Madu Indonesia (ILMI) Kabupaten Tabanan I Gede Putu Ardika Putra

TABANAN, balipuspanews.com – Sejak berabad-abad silam, madu diyakini memiliki khasiat yang luar biasa bagi manusia. Sehingga madu selalu diburu oleh hampir seluruh masyarakat dunia.

Itu artinya, berbisnis madu memiliki peluang yang besar. Hal tersebut diungkapkan Ketua Ikatan Lebah Madu Indonesia (ILMI) Kabupaten Tabanan I Gede Putu Ardika Putra, Minggu (9/8).

Ardika Putra yang juga Ketua DPC Partai Nasdem Kecamatan Tabanan menyebutkan secara umum madu yang dikenal masyarakat ada dua jenis. Yakni madu trigona (madu kekela) dan madu apiscerana (madu lebah).

“Diantara kedua jenis madu tersebut, sejak beberapa tahun terakhir ini madu trigona lebih diminati masyarakat,” ungkapnya.

Disebutkannya dari segi harga, madu trigona memang lebih mahal. Namun memiliki khasiat jauh lebih bagus dari madu lebah. Terutama untuk pengobatan berbagai macam penyakit. Seperti maag, sariawan dan kanker.

Untuk perbandingan harga imbuhnya, jika madu lebah per liternya seharga Rp. 600 ribu. Sedangkan untuk madu trigona harga per liternya seharga Rp. 1 juta.

Perbedaan harga jual bagi kedua madu tersebut dikarenakan dalam membudidayakan madu kekela lebih susah dibandingkan dengan membudidayakan madu lebah. Terutama untuk menjamin vegetasi yang baik dan jaminan ketersediaan nectar (bahan baku bagi lebah untuk memproduksi madu.

“Saya sendiri saat ini memiliki kurang lebih 100 koloni untuk madu trigona. Ini dipanen setiap tiga bulan sekali dan satu koloni maksimal menghasilkan 50 mililiter madu,” tuturnya.

Lebih jauh Ardika Putra mengatakan, kedua jenis madu ini hingga saat ini masih diburu pelanggannya. Termasuk dalam situasi pandemi covid-19 ini.

“Sampai saat ini masyarakat masih percaya madu memiliki berbagai khasiat untuk kesehatan. Bahkan dalam pandemi covid-19 ini, angka penjualan bisa dibilang stabil,” terangnya.

Dikatakannya khusus madu trigona dalam sebulannya bisa laku sepuluh hingga dua puluh liter. Konsumennya datang dari segala pelosok Bali.

Ia mengaku, bisnis madu khususnya madu trigona yang digelutinya ini dimulainya sejak dua tahun lalu. Itu bermula dari penyakit maag akut yang dideritanya sejak beberapa tahun silam.

“Sejak saya minum madu trigona secara rutin dua sendok makan setiap hari, dalam waktu yang relatif singkat saya sembuh total. Kini selain sebagai obat, madu trigona juga menjadi bisnis yang saya tekuni,” tutupnya.

Penulis : Ngurah Arthadana

Editor : Oka Suryawan