Bupati Karangasem Gusti Ayu Mas Sumatri resmikan PAM dusun Belatung, Menanga, Rendang
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Karangasem, balipuspanews.com – Bupati Karangasem, I Gusti Ayu Mas Sumatri menghadiri acara peresmian, melaspas, mendak toya dan pengaliran perdana PAM Dusun Belatung garapan Bumdes Arta Dharma Duta diwantilan Dusun Belatung, desa Menanga, Rendang, Karangasem, Rabu ( 13/6) pagi.

Saat kegiatan peresmian berlangsung, secara tiba tiba, Gunung Agung mendadak erupsi dengan kolom abu setinggi 2000 meter dari puncak kawah Gunung Agung. Erupsi berlangsung percis saat bupati Mas Sumatri memberikan sambutan.

“ Ini artinya kita direstui,” ujar bupati memberikan sambutan saat mendapat kabar gunung agung kembali erupsi.

Beberapa warga yang hadir dilokasi langsung keluar untuk melihat langsung eruspi berlangsung. Kebetulan dari lokasi badan gunung terlihat jelas. Direktur Bumdes Artha Darma Duta, I Wayan Ardana mengatakan,  Desa Menanga memiliki potensi alam yang subur, selain itu panorama serta sumber daya air juga sangat melimpah. Hanya saja sampai saat ini belum bisa dimanfaatkan secara maksimal, justru malah dimanfaatkan oleh wilayah lain.

Seperti  sumber daya air misalnya, memiliki mata air yang berlimpah namun justru masyrakat sendiri ada yang belum  menikmati air bersih seperti di Dusun Belatung, Batusesa dan Dusun Sukan. Berangkat dari hal tersebutlah terbesit harapan melalui Bumdes potensi desa bisa dimanfaatkan secara optimal seperti PAM Desa ini.

“Tujuan dari PAM ini sendiri semata mata hanya untuk untuk mengatasi kekurangan air bersih. Sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan, menciptakan lapangan pekerjaan serta untuk menunjang PAD Desa Menanga,” ujarnya.

Sementara itu, pendanaan pembuatan PAM Desa inj sendiri berasal dari dana Desa APBD Desa yang dianggarkan di tahun 2016 – 2017 sebesar Rp. 1,035 Miliar dibagi dalam dua tahap 2016 sebesar Rp. 358 juta dan ditahun 2017 sebesar Rp 677 juta.

Disamping itu, Air yang mampu dihasilkan PAM Desa ini mencapai 4 liter perdetiknya cukup untuk melayani 300 sambungan, hanya saja saat ini dikeluarkan hanya 2,5 liter perdetik untuk melayani 60 pelangan. Tentu dengan jumlah yang masih bisa terlayani tidak menutup kemungkinan pelanggan dari wilayah lain bisa mendapat pelayanan PAM desa ini.

Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dalam acara tersebut mengatakan pihaknya mendukung upaya Desa Menangga melalui Bumdesnya mengembangkan PAM Desa. Pemerintah  akan rancang agar ada harga standar sehingga tidak terjadi persaingan harga. Ini juga dilakukan agar tidak ada istilah saling merugikan namun bisa meningkatkan perekonomian.

“ Saya minta kepada camat dan yang lain segera merumuskan agar bisa bekerja sama dari tingkat bawah sampai tingkat  atas dengan cara membuat  MOU agar ada manfaat untuk kita bersama, dan semua masyrakat makmur bersama,” kata Bupati Mas Sumatri.

Menurutnya, air merupakan komponen yang sangat penting karena menjadi kebutuhan pokok. Dengan kita bersama – sama kedepan agar mampu menuntaskan kemiskinan di Karangasem. Tentu apa yang dilakukan saat ini sejalan dengan program pemerintah pusat yakni membagun dari desa dan pinggiran. Apa yang dilakukan Bumdes Manangga merupakan sebuah trobosan nyata pembagunan dari desa. ( igs/sur)

 

 

Tinggalkan Komentar...