Ditengah Pandemi, Pameran Temporer Semesta Perempuan Berikan Inspiratif, Edukatif dan Rekreatif

Kepala Museum Basoeki Abdullah, Dra. Maeva Salmah pada acara penutupan pameran temporer "Semesta Perempuan" di Museum Basoeki Abdullah dengan protokol kesehatan. (foto: Ivan Iskandaria)

JAKARTA, balipuspanews.com – Setelah melaksanakan rangkaian program kerja Museum Basoeki Abdullah pada tahun 2020 yaitu Pameran Seni Rupa Kontemporer, yang mengangkat tema “Semesta Perempuan” resmi ditutup oleh Kepala Museum Basoeki Abdullah, Maeva Salmah pada Sabtu, (21/11).

Sebelumnya, Museum Basoeki Abdullah mengundang para perupa yang berkutat dengan karya-karyanya untuk meneguhkan atau bahkan mengembangkan tentang tema tersebut. Artinya, para seniman peserta diminta untuk berkarya dengan gaya, cara, penafsiran, isi dan narasi secara personal diri sendiri terhadap wacana tema dan bentuk pameran yang ditawarkan.

Pameran diikuti lima belas perupa dari berbagai wilayah di tanah air, yaitu Jakarta, Banten, Bandung, Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan dan Papua.

Kelimabelas karya yang dipamerkan semua merupakan karya seni lukis diatas kanvas dengan eksplorasi media yang beragam mulai dari cat minyak, cat akrilik, ballpoint. Begitu pula genre seni lukis yang menjadi pilihan seniman, sangat bervariasi mulai dari realisme, ekspresionisme, impresionisme hingga metarealis-surealisme. Karya yang dipamerkan sebagian besar merupakan karya terbaru, tahun 2020, yang khusus diciptakan perupa pada pameran ini dengan mengangkat berbagai dinamika sosial budaya yang tengah terjadi, termasuk di dalamnya tema kemanusiaan: Pandemi Covid 19.

“Pameran diselenggarakan pada tanggal 25 September hingga 25 Oktober 2020, namun karena adanya pelonggaran PSBB di wilayah Jakarta terkait wabah Covid 19, pameran Semesta Perempuan diperpanjang hingga tanggal 21 November 2020,” kata Kepala Museum Basoeki Abdullah, Dra. Maeva Salmah saat konferensi pers di Museum Basoeki Abdullah dengan menerapkan protokol kesehatan cek suhu badan dan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

Maeva Salmah mengungkapkan Pameran temporer Semesta Perempuan ini dilaksanakan dalam dua bentuk pameran yaitu pameran daring (melalui virtual tour) dan pameran luring (pameran secara fisik). Pameran secara fisik diselenggarakan dengan memperhatikan standar protokol kesehatan yang ditetapkan Pemerintah.

“Terlebih di era pandemi covid 19, perempuan juga diharapkan sebagai garda terdepan dalam menjaga menjaga keseimbangan kehidupan,” tuturnya.

Lebih lanjut Maeva berharap pameran ini  mampu memberikan suguhan inspiratif, edukatif, dan rekreatif bagi khalayak luas, khususnya di tengah pandemi Covid dan mampu memberikan motivasi untuk menumbuhkan kecintaan dan penghargaan kepada para seniman daerah.

Penulis/editor: Ivan Iskandaria.