Ditengah penderitaan ekonomi akibat COVID-19, harga canang di pasar Galiran naik dasyat
Ditengah penderitaan ekonomi akibat COVID-19, harga canang di pasar Galiran naik dasyat

SEMARAPURA, balipuspanews.com – Ditengah penderitaan ekonomi akibat COVID-19, harga canang di pasar Galiran naik dasyat.

Canang yan biasanya dijual 8 ribu dipatok 18 ribu cari untung 10 ribu persatu ikat berisi 25 canang.

Seperti misal salah seorang pedagang canang ditemui ditengah pasar Ni Nengah Nitri( 35) alamat  dusun Pemenang Desa Nyalian, Banjarangkan, Klungkung ditawar harga canangnya namun tampak tidak bergeming tetap mematok harga tinggi.

Tentu saja para pembeli yang biasanya bisa menawar jadi kaget. Ketika ditanya kok mahal Bu ? Dengan enteng dikatakan harga bahan baku canang mahal dan susah dicari, Ujarnya beralasan.

Pembeli pun akhirnya harus merogoh koceknya juga demi bisa mendapatkan canang untuk dihaturkannya nanti. Dirinya mengaku memiliki 3 anak wanita semua. Yang  paling besar sudah bekerja di sanur. Sementara yang paling bontot terkecil masih duduk di Kelas 2 SMP. “Harga canang  naik, karena bahan baku ceper dan bunga susah dicari,” ujarnya senyum senyum.

Hal senada juga dikemukakan pedagang canang lainnya Ni Ketut sukrini (35) asal Banjar Bendul, Semarapura Tengah. Dia juga mengakui hal yang sama, dimana harga bahan baku canangnya cukup mahal saat ini.

Dia mengaku memiliki  seorang anak perempuan yang berumur 4 tahun.”Maklumi dulu pak harga bahan bakunya juga mahal pak, sehingga harga canang ya lumayan tinggi juga,” terangnya.

Dirinya memastikan kondisi ini akibat wabah penyakit Virus Covid 19 yang terjadi saat ini.Dia berdoa semoga wabah segera berakhir sehingga semua normal kembali seperti sedia kala, imbuhnya. (RON/BPN/tim)