BULELENG, balipuspanews.com – Ditinggal bekerja seusai bersembahyang, satu unit rumah warga di Banjar Dinas Pegentengan, Desa/Kecamatan Banjar, Buleleng, ludes terbakar, Sabtu (22/8/2026) pagi. Kejadian tersebut diduga akibat percikan api berasal dari dupa sembahyang yang jatuh dan menimpa kasur.
Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalin Diaz seizin Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman, menjelaskan peristiwa ini terjadi sekitar pukul 07.30 WITA. Rumah tersebut diketahui milik seorang warga berinisial IAKS,60. Korban sempat bersembahyang di kamar suci rumahnya sebelum berangkat kerja atau sekitar pukul 06.30 WITA yang sudah secara rutin dilakukan.
Selang 30 menit kemudian, korban langsung berangkat ke tempat kerja tanpa sempat memeriksa kembali kondisi dupa di kamar suci. Kemudian sekitar pukul 07.30 WITA warga yang melintas disekitar rumah korban melihat asap tebal sudah membumbung tinggi dari dalam rumah korban.
Melihat kepulan asap, warga sekitar bergerak cepat secara gotong royong memadamkan api menggunakan air PDAM sembari menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran.
“Salah seorang warga bahkan mendobrak pintu rumah untuk masuk. Saat di dalam, warga melihat api sudah membesar dan membakar kasur,” ujar Iptu Yohana.
Proses pemadaman berlangsung dramatis hingga memakan waktu lebih dari dua jam sebelum akhirnya api benar-benar berhasil dipadamkan oleh petugas Damkar bersama warga. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan hanya kerugian materil yang diperkirakan mencapai angka Rp 200 Juta.
Hasil olah TKP diduga penyebab kebakaran karena api dupa yang sebelumnya dipakai sembahyang jatuh menimpa kasur di kamar suci. Kini kondisi rumah korban terlihat atap dan struktur bangunan telah rusak parah bahkan sejumlah barang berharga ikut terbakar seperti uang tunai sekitar Rp 15 juta, berbagai barang elektronik, tiga kasur, sofa satu set, dua almari kayu berisi pakaian, dan dua meja belajar.
Kepolisian mengimbau warga agar selalu memastikan sisa dupa, kompor, maupun arus listrik dalam keadaan aman sebelum meninggalkan rumah guna mencegah musibah serupa.
Penulis : Nyoman Darma
Editor : Oka Suryawan



