Ditreskrimsus Polda Bali Ungkap Kasus Selama Setahun, Kasus Korupsi Menurun

Wakapolda Bali Brigjen Pol Ketut Suardana, dalam jumpa pers akhir tahun di mako Polda Bali, pada Rabu (29/12/2021)
Wakapolda Bali Brigjen Pol Ketut Suardana, dalam jumpa pers akhir tahun di mako Polda Bali, pada Rabu (29/12/2021)

DENPASAR, balipuspanews.com – Memasuki akhir tahun 2021 jajaran Ditreskrimsus Polda Bali dan jajaran berhasil mengungkap sejumlah kasus menonjol yang meresahkan masyarakat. Pengungkapan kasus ini sukses menjebloskan 56 tersangka.

Kasus menonjol ini meliputi kasus pencurian data atau kejahatan skimming yang mayoritas dilakukan warga negara asing (WNA). Kemudian kasus ilegal akses, korupsi, pornografi, penipuan online, pencemaran nama baik, penyebaran berita bohong, akun palsu, Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), SARA dan pemerasan.

Hal itu disampaikan Wakapolda Bali Brigjen Pol Ketut Suardana, dalam jumpa pers akhir tahun di mako Polda Bali, pada Rabu (29/12/2021). Kegiatan jumpa akhir tahun itu dihadiri Pimpinan Redaksi media cetak dan elektronik serta media online.

Dijelaskan Brigjen Suardana, untuk kasus Tindak Pidana Khusus (Tipidsus) tahun 2020 dan 2021 memang terjadi peningkatan. Peningkatan kasus ini berlaku di wilayah hukum Ditreskrimsus Polda Bali, Polresta Denpasar, Polres Badung, Gianyar, Tabanan, Buleleng, Jembrana, Klungkung, Bangli dan Karangasem.

Dibeberkannya, peningkatan kasus ini terlihat dari data Crime Total (CT) tahun 2020 yang secara keseluruhan mencapai 123 kasus dan Crime Cleaner (CC) 101 kasus. Sedangkan untuk CT tahun 2021 sebanyak 159 kasus dan CC 141 kasus.

“Peningkatan CT tahun 2020 sebanyak 127 persen dan CC 135 persen,” ungkapnya.

Sementara dalam pengungkapan kasus ini, pihaknya berhasil mengungkap 7 kasus skimming yang melibatkan 12 pelaku dari Warga Negara Asing (WNA), bahkan ada juga warga lokal. Kejahatan skimming ini menggunakan modus membobol rekening nasabah orang lain dengan menggunakan kartu menyerupai kartu ATM (kartu putih berisi magnetic stripe).

“Para tersangka ini mayoritas dilakukan warga negara asing, ada juga warga lokal,” ujarnya didampingi Wadireskrimsus Polda Bali AKBP Ambariyadi Wijaya.

Jenderal bintang satu dipundak ini mengatakan kejahatan skimming yang dilakukan warga asing sudah menurun sejak beberapa bulan belakangan. Hal ini berdampak karena para jaringan pembobol uang nasabah bank ini sudah mengetahui strategi pengungkapan yang dilakukan Tim Ciber Crime Ditreskrimsus Polda Bali.

“Dari hasil pengamatan kami, para pelaku kejahatan skimming ini sudah bergeser ke wilayah Jawa Timur. Penyebabnya karena pola aksi mereka sudah diketahui Polisi sehingga bergeser ke Jatim,” tuturnya.

Selain kasus skimming, kata Brigjen Suardana, untuk kasus menonjol yang menjadi atensi publik pada tahun 2021 antara lain, ilegal akses 12 kasus dengan 12 tersangka. Kasus pornografi 6 kasus dengan 6 tersangka. Penipuan online 8 kasus dengan 8 tersangka. Kasus pencemaran nama baik 9 kasus dengan 9 tersangka.

Lanjut, kasus penyebaran berita bohong atau hoaks 2 kasus dengan 2 tersangka. Kasus akun palsu 2 kasus dengan 2 tersangka. Kasus TPPU 1 kasus dengan 1 tersangka. Kasus SARA 4 kasus dengan 3 tersangka. Kasus pemerasan WNA 1 kasus dengan 1 tersangka.

“Total para pelaku dalam setahun ini berjumlah 56 tersangka,” bebernya.

Kasus menonjol lainnya yang menjadi atensi Ditreskrimsus Polda Bali adalah kasus korupsi. Dimana pada tahun 2020, ada 11 laporan korupsi dengan penyelesaian 14 kasus. Kasus ini berbanding terbalik dengan tahun 2021 yang kasusnya menurun mencapai 9 kasus dengan penyelesaian 11 kasus atau trend penyelesaian 78,5 persen.

Kemudian, pengungkapan kasus ciber crime yang terjadi pada tahun 2020 hingga 2021 mengalami peningkatan tajam. Seiring tahun 2020 terdapat 41 laporan yang masuk ke penyidik dengan penyelesaian 34 persen. Sedangkan tahun 2021 terdapat 58 laporan dengan penyelesaian 58 kasus atau penyelesaian 170 persen, ungkapnya.

Penulis : Kontributor Denpasar 

Editor : Oka Suryawan