Hamong Santono dari INFID yang juga koordinator acara people's Summit, dalam Jumpa Persnya, Sabtu,(6/10) di Denpasar
sewa motor matic murah dibali

Denpasar, balipuspanews.com – Hamong Santono dari INFID yang juga koordinator acara people’s Summit, Sabtu,(6/10) di Denpasar menyampaikan, kepentingan Indonesia yang perlu diperjuangan. Agar, penyelenggaraan IMF sampai World Bank Annual Meeting benar-benar memberi manfaat bagi Indonesia.

“Setidaknya, Pemerintah Indonesia dapat memanfaatkan pertemuan IMF-WB agar mampu mendorong isu-isu besar yang tidak mampu diselesaikan oleh Indonesia sendiri. Misalnya illicit financial flow dan asset recovery,” jelasnya.

Selain itu menurut dirinya, kedua lembaga tersebut memiliki sejarah panjang dalam proses pembangunan di Indonesia. Hutang yang diberikan oleh Bank Dunia, seringkali berdampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan, namun tidak ada peyelesaian yang bermakna untuk kepentingan masyarakat dan lingkungan.

“Hutang apapun bentuknya malah akan nenimbulkan ketimpangan yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selanjutnya diwaktu dan kesempatan yang sama Diana Gultom dari debtWatch Indonesia menyampaikan, selama hampir 50 tahun WB-IMF beroperasi di Indonesia, belum pernah terjadi proses yang benar-benar dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Sembari Diana mencontohkan, lihat saja kasus pembangunan dam di kedungombo, kebijakan wastal, maupun rekomendasi-rekomendasi IMF ke Pemerintah Indonesia lewat rangakaian Lol (Letter of Intent) masih memiliki dampak negatif sampai saat ini. (

TINGGALKAN PESAN

Please enter your comment!
Please enter your name here