Baker Joshua James (32), bule asal Australia yang disidangkan di PN Denpasar terkait kasus narkoba
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Baker Joshua James (32), bule asal Australia yang sebelumnya dituntut hukuman 1 tahun penjara dalam kasus narkoba, Selasa siang (20/3) mengajukan pembelaan secara tertulis di hadapan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Denpasar.

Dalam pembelaan yang dibacakan di hadapan majelis hakim yang dipimpin I Wayan Kawisada SH, James pada intinya menyatakan sepakat dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebutkan terdakwa terbukti bersalah telah melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika untuk dirinya sendiri.

Namun kuasa hukum terdakwa, Maya Arsanti dkk, menyatakan tidak sependapat kalau terdakwa harus dipenjara. Sebab, kata dia, berdasarkan bukti surat dan keterangan beberapa saksi ahli yang dihadirkan di muka sidang, pada intinya menyatakan terdakwa mengalami depresi, sehingga lebih layak untuk direhabilitasi.

“Karena itu kami memohon kepada majelis hakim untuk memutus agar terdakwa direhabilitasi,” sebut Maya dalam surat pembelaannya.

Dalam pembelaan itu, juga dilampirkan beberapa surat keterangan dokter. Termasuk surat sedang menjalani rehab di RSJ Bangli.

Di mana surat keterangan dokter tersebut menyatakan bahwa terdakwa mengidap ganguan kejiawaan (bipolar). “Sehingga terdakwa lebih layak direhabilitasi,” imbuh Maya.

Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) Asri Susantina usai mendengarkan pembelaan dari terdakwa dan penasehat hukumnya, menyatakan tetap pada tuntutan semula. “Kami tetap pada tuntutan kami,” kata jaksa dari Kejati Bali itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, pada sidang seminggu lalu, JPU menuntut terdakwa Baker Joshua James dengan pidana penjara selama 1 tahun.

Jaksa dalam amar tuntutannya menyatakan, terdakwa yang selama proses persidangan menjalani rehabilitasi di RSJ Bangli itu terbuki tanpa hak telah menyalahgunakan narkotika untuk dirinya sendiri. Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (jro)

Tinggalkan Komentar...