I Nengah Madiadnyana
I Nengah Madiadnyana
sewa motor matic murah dibali

DENPASAR, balipuspanews.com-
Ketua Yayasan Penyelenggara Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah (YPLP Dikdasmen) Kota PGRI Denpasar Drs. I Nengah Madiadnyana, MM., merespon keluhan sejumlah sekolah swasta di Kota Denpasar yang jumlah peserta didik barunya di bawah target pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019/2020 ini.

Menurut dia, sekolah swasta tak boleh larut dan terlalu menyalahkan pihak lain. Ia lantas mengajak pimpinan sekolah swasta untuk berbenah dan meningkatkan kualitas agar dipercaya masyarakat. Selaku pimpinan yayasan yang menaungi 22 sekolah swasta (PGRI) berbagai jenjang di seluruh Denpasar, Madiadnyana meminta seluruh kepala sekolah di bawah bendera PGRI agar introspeksi diri, tetap berbuat sesuatu, mengimplementasikan ide-ide, mempersolid tim internal, berinovasi dan peka terhadap perubahan zaman.

Kalau ingin dipercaya masyarakat, menurut Madiadnyana, pengelola sekolah swasta harus berbuat, meningkatkan kualitas dan memberi pelayanan terbaik. Sehingga sekolah bersangkutan menjadi plihan utama calon siswa.

“Jadi jangan khawatir, kalau sudah dipercaya masyarakat, pasti akan dicari oleh siswa baru. PPDB di sekolah negeri tidak akan berpengaruh,” kata Madiadnyana, usai menutup Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMK PGRI 3 Denpasar, Rabu (17/7), kemarin.

Dia mengakui sekolah di bawah bendera PGRI Denpasar sesuguhnya sudah berbuat yang terbaik, hanya saja ada sejumlah sekolah, khsusnya SMK yang mengelola program keahlian yang peminatnya spesifik.

“Program keahlian di SMK itu kan variatif. Kebetulan ada yang sedang ngetren seperti pariwisata dan ada program yang sedang sepi peminat sehingga perolehan siswa baru di sekolah PGRI tidak merata,” tambah dia.

Terkait Surat Edaran Gubernur Bali dan kebijakan Wali Kota Denpasar yang menginstruksikan SMA/SMK dan SMP di Kota Denpasar memaksimalkan daya tampung siswa, pria asal Canggu, Badung ini tak menampik berpengaruh pada perolehan siswa baru di lingkungan sekolah PGRI Denpasar. Namun ia menegaskan, jajarannya agar ‘legowo’ jika masyarakat lebih memilih sekolah negeri.(bud/bpn/tim).