Yosep Yulius Diaz melalui YDIAZ Center menggelar Doa Untuk Indonesia bertempat di Warung SANG DEWI
Advertisement
download aplikasi Balipuspanews di google Playstore

Denpasar, balipuspanews.com – Yosep Yulius Diaz melalui YDIAZ Center menggelar Doa Untuk Indonesia bertempat di Warung SANG DEWI, jalan Tukad Musi I/5 Renon, Denpasar, Minggu (7/10). Kegiatan yang dirangkai dengan malam renungan puisi dihadiri Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, Made Muliawan Arya, sejumlah Ketua Paguyuban dari Forum Komunikasi Lintas Etnis Nusantara se-Bali, para Politisi Muda Kota Denpasar dan ratusan warga Kota Denpasar berlangsung khidmat,

Ditemui di lokasi acara, Yosep Yulius Diaz mengungkapkan melalui doa dan renungan puisi ini diharapkan akan memberikan banyak manfaat dalam kerangka memperkuat harmoni, perdamaian dan persaudaraan antar sesama anak bangsa khususnya di wilayah Kota Denpasar dan Provinsi Bali,

“Kita seharusnya bersyukur karena dilahirkan, menetap dan hidup di Indonesia yang Berbhinneka Tunggal Ika. Negeri yang menjamin semua warganya untuk hidup bersama, merdeka dari rasa takut” ungkap, Calon Anggota DPRD Provinsi Bali, Dapil Bali 1 (Denpasar) dari Partai Gerindra ini.

Menyinggung dinamika sosial dan politik menjelang perhelatan Pemilu 2019, Pria kelahiran Singaraja, Buleleng Bali ini menegaskan jika arena kampanye Pemilu 2019 semestinya menjadi ruang untuk memperkuat kebersamaan antar warga, agar semakin saling mengenal, berbaur dan bersinergi bukan sebaliknya untuk saling membelah dan bersengketa.

“Mari menghindar dari segala ujaran kebencian, saling menista antar sesama saudara yang beragam suku dan agama hanya demi meraih kekuasaan politik duniawi yang semu. Mari menjauh dari hasrat menyebarkan hoax” ajak dia.

Yosep Yulius Diaz mengungkapkan bila doa untuk Indonesia ini juga didaraskan untuk para korban bencana di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah serta di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat,

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat mengetuk hati sesama warga bangsa untuk terus bahu membahu, bergerak berbaur dan bersinergi untuk meringankan beban derita bagi para korban bencana. Bencana harus dimaknai sebagai kesempatan untuk merekatkan persatuan, saling respek bersolider dalam gerakan bersama untuk kemanusiaan dan kehidupan”,tutup suami dari Anak Agung Ayu Priniti ini.

Doa yang dibawakan secara bergilir dari perwakilan umat beragama Hindhu, Islam, Kristen dan Katolik ini, dirangkai dengan renungan puisi dalam cahaya 127 lilin yang dibawakan secara apik oleh wartawan senior dan penyair, Agust G.Thuru diiringi akustik, gitaris Marcelo Paga.

Melalui puisinya Agus G Thuru turut mendengungkan situasi Indonesia yang tengah dirudung bencana dan potensi pertikaian, “Mari kita bangun rumah Indonesia Damai, di negeri warisan leluhur dengan alas batu karang damai sejati, agar setiap goncangan kejahatan, tak mampu merobohkan kebersamaan, damai menjadi abadi selamanya, di tanah tumpah darah Indonesia”.

Hadir dalam acara ini tokoh banjar Pagan Kelod, Desa Sumerta Kauh Denpasar, Jro Mangku Black, Ketua Bamus Sunda, Agus Samijaya, Ketua Paguyuban Banyumasan Rizal Akbar Mayaputra dan Herry Susanto, Flobamora Bali Fredrick Billy, perwakilan Alumni SMAK Swastiastu Pak Eko dan Adi Irawan, perwakilan warga Muslim Haji Hari Sumarmo, perwakilan INLA Bali Herry Sudiarto, Politisi Muda Denpasar Putu Gede Radha Khrisnanta, Fachrudin Piliang, sejumlah aktivis pemuda, mahasiswa dan ratusan warga Kota Denpasar. (rls/bpn/tim)

Advertisement

Tinggalkan Komentar...