Ketua DP Tabanan Drs. I Wayan Madra Suartana, M.Si.
Ketua DP Tabanan Drs. I Wayan Madra Suartana, M.Si.
sewa motor matic murah dibali

TABANAN, Balipuspanews.com – Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Tabanan mendorong Dinas Pendidikan (Disdik) agar mulai tahun ini mengikuti Permendikbud nomer 51 tahun 2018 tentang PPDB. Hal ini baginya penting agar bisa menghapus warna merah yang dialamatkan bagi dunia pendidikan Tabanan akibat adanya proses belajar mengajar khususnya di tingkat SMP negeri menggunakan kelas pagi sore atau doble ship.

Hal tersebut diungkapkan Ketua DP Tabanan Drs. I Wayan Madra Suartana, M.Si., Senin (27/5).

Madra Suartana kemudian mengatakan, penggunaan sistim sonasi yang jumlahnya meningkat dari tahun lalu mencapai 90 persen dari 60 persen menjadi lebih longgar bagi siswa masuk ke SMP negeri. Terkait dengan ini ia menegaskan berikan kekeluasaan agar Disdik dapat mengatur alokasi jumlah siwa per kelas. Sesuai dengan jumlah ruangan yang tersedia dimasing-masing sekolah.

“Jangan lagi ada sistem belajar double shif, karena itu merugikan hak-hak siswa mendapatkan pelajaran sesuai kurikulum yang berlaku. Disamping itu suasana belajar juga kurang kondusif,” kritiknya.

Madra Suartana secara tegas juga mengatakan jangan lagi ada banyak pintu masuk bagi siswa untuk duduk di bangku SMP. Cukup satu pintu berdasarkan pemetaan yang dilakukan Disdik diluar siswa yang beradu prestasi sebanyak 5 persen. Jangan diberikan siswa numplek di satu sekolah dan berikan peluang sekolah di kecamatan dan didesa untuk bangkit mengikuti eranya karena pemberlakuan era industri 4.0 untuk semua sekolah tidak memandang lokasi atau tempat SMP itu. Sehingga tidak ada sekolah unggul atau sebutan pavorit.

Mantan Ketua STISIP Margarana ini menambahkan, Dewan Pendidikan sendiri sudah berkomitmen dengan Kadisdik untuk memberlakukan PPDB tahun ini berjalan sesuai aturan yang ada. Harapannya, ini jangan lagi diganggu oleh kepentingan oknum – oknum tertentu yang dapat merubah jauh dengan yang telah disepakati melalui beberapa kali rapat dengan instasi terkait.

“Agar PPDB bisa obyektif, kedepan saya berharap agar PPDB ini sudah bisa dengan sistem online,” tutupnya. (rah/bpn/tim)

Tinggalkan Komentar...